Bagaimana Meningkatkan Kesadaran Preventif melalui Gaya Hidup Sehat dalam Mengatasi Diabetes?

Semarang, Idola 92.6 FM – Diabetes menjadi ancaman kesehatan global. Padahal, penyakit itu bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ketujuh prevalensi penyandang diabetes tertinggi di dunia, yakni 10 juta orang.

Berdasarkan data Healthdata.org, diabetes berada pada 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia sejak 2007 sampai 2017. Komplikasi diabetes memicu serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal. Padahal, 80 persen kejadian diabetes bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat, berlatih fisik, dan menjaga berat badan agar tak kegemukan. Terkait penyakit diabetes, tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia meneliti khasiat kedondong hutan untuk mencegah diabetes.

Peneliti Kebun Raya Eka Karya Bali LIPI-Wawan Sujarwo menuturkan berawal dari kebiasaan warga Bali mengonsumsi daun kedondong hutan sebagai loloh atau jamu, ia meneliti khasiat tanaman itu lewat uji laboratorium bersama Ary P yang saat itu menjadi peneliti di Pusat Penelitian Biologi LIPI. Ia melakukan uji antioksidan bersama kolega dari Roma Italia Daniela Tofani.

Lantas, sebenarnya bagaimana dengan kondisi di Indonesia—apa pemicu tingginya prevalensi penyandang diabetes di Indonesia? Apa tantangan pencegahannya selama ini? Bagaimana Meningkatkan Kesadaran Preventif melalui Gaya Hidup Sehat dalam Mengatasi Diabetes? Apa faktor penghambatnya? Terkait upaya preventif—baru-baru ini Anda dan LIPI kabarnya tengah meneliti khasiat kedondong hutan untuk mencegah diabetes. Bisa dibagikan–bagaimana progresnya? Apakah temuan ini juga sudah bisa diakses masyarakat dan tersedia? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Peneliti Kebun Raya “Eka Karya”Bali LIPI Wawan Sujarwo. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMeniti Literasi lewat Matematika, Apa Manfaat dan Bagaimana Mempraktikannya?
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Sebut Kampanye Germas Sudah Masif, Tapi Perilaku Hidup Sehat Masih Perlu Ditingkatkan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini