Bagaimana Pemerintah Kota Semarang Membangun Masyarakat Sadar Bencana?

Semarang, Idola 92.6 FM – Kota Semarang memiliki berbagai kerawanan bencana, terlebih memasuki musim penghujan. Berdasarkan pemetaan wilayah rawan bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, sedikitnya ada lima jenis bencana yang menghantui masyarakat Kota Semarang. Lima jenis bencana tersebut, masing-masing: banjir, tanah longsor, puting beliung, kebakaran dan kekeringan.

Ketika musim penghujan tiba, kejadian bencana didominasi banjir, tanah longsor dan puting beliung. Hal yang cukup mengkhawatirkan, analisis kebencanaan nasional menyebut adanya penambahan sesar aktif di jalur utara Pulau Jawa, yakni sepanjang Cirebon, Semarang, dan Surabaya, berpotensi gempa.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, hal paling penting yang harus dilakukan adalah langkah antisipasi dan kewaspadaan. “Warga yang tinggal di daerah rawan, retakan maupun patahan, kalau melihat situasi kondisi bangsa yang rentan bencana ini, maka mereka harus waspada. Di antaranya dengan memersiapkan bangunan supaya tidak menjadi bangunan yang gampang roboh,” katanya, seperti dilansir dari Jatengtoday,com.

Berdasarkan pemetaan wilayah rawan bencana oleh BPBD Kota Semarang, sedikitnya ada 9 kecamatan rawan longsor. Yakni Gajahmungkur, Gunungpati, Candisari, Ngaliyan, Tugu, Tembalang, Semarang Selatan, Semarang Barat, dan Banyumanik. Sedangkan untuk daerah rawan puting beliung berada di 10 kecamatan, yakni Gunungpati, Candisari, Gayamsari, Genuk, Ngaliyan, Tugu, Tembalang, Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur. Sementara untuk daerah rawan banjir berada di Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur, Tugu, Candisari, Gunungpati, Gayamsari, Pedurungan, Tembalang, dan Genuk.

Lantas, melihat berbagai ancaman bencana di Kota Semarang, sejauh mana upaya untuk meningkatkan budaya sadar bencana di Kota Semarang? Implementasinya seperti apa? Sudahkah menyasar lingkungan pendidikan secara masif? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Kasi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Kabul Yonata. (Heri CS)

Berikut diskusinya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Mengasah Rasa dan Mengolah Empati Para Siswa di Era Kecerdasan Artifisial?
Artikel selanjutnyaPertamina Tetap Salurkan Premium Sesuai Penugasan Dari Pemerintah