Daya Tampung Siswa Berprestasi Akan Ditambah di PPDB Online 2019

Semarang, Idola 92.6 FM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan guna menampung lebih banyak siswa berprestasi ke sekolah-sekolah negeri, pihaknya memodifikasi aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk jenjang SMA negeri pada tahun ini.

Ganjar menjelaskan, di dalam memodifikasi aturan itu, pihaknya sudah berkoodinasi dan berkonsultasi dengan Kemendikbud sebelum membuat petunjuk teknis (juknis) tentang PPDB online 2019. Salah satunya, akan disesuaikan dengan kearifan lokal terkait kuota daya tampung siswa berprestasi.

Menurutnya, para siswa berprestasi layak mendapat kesempatan lebih luas sebagai bentuk penghargaan dan memercepat pemerataan mutu pendidikan.

Selama ini, lanjut Ganjar, mutu pendidikan di satuan pendidikan di Jateng belum sama satu dengan yang lain. Sehingga, dengan memodifikasi aturan dari Kemendikbud itu bisa dipertimbangkan kuota siswa berprestasi sampai 20 persen di zona masing-masing.

“Kita sudah komunikasi dengan kementerian, kita akan membuat petunjuk teknis. Petunjuk teknis kita usulkan dengan kearifan lokal. Kearifan lokal kita gini, banyak anak yang prestasinya bagus tapi dia di beberapa titik itu terbatas aksesnya. Maka, terhadap kondisi yang demikian kita akan melakukan toleransi terhadap besaran persentase di zona itu. Sehingga, dia akan dapat dua zona. Kalau dia keluar daerah, kita gunakan ketentuan permendikbud 10 persen itu. Tapi kalau di dalam zona dan prestasinya banyak serta terbatas ketersediaan sekolah, kita akan pertimbangkan bisa sampai 20 persen,” kata Ganjar, Selasa (18/6).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, sampai dengan saat ini beberapa waktu lalu terjadi kekurangan siswa.

“Saat ini kami akan meminta data base, sehingga bisa memotret daerah mana saja yang nanti bisa menyerap siswa,” tandasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaAmphuri Jateng-DIY Punya Pesawat Dengan Penerbangan Langsung Dari Semarang ke Jeddah
Artikel selanjutnyaNapi Korupsi Pelesiran Kembali Terungkap: Benarkah ini Potret Minimnya Pembenahan di Lapas atau Terjadi Pembiaran?