Ganjar Beri Apresiasi Tinggi Kepada Sutopo Purwo Nugroho

Gubernur Ganjar Pranowo memberi penghormatan terakhir kepada Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelum dimakamkan di Boyolali, Senin (8/7).

Semarang, Idola 92.6 FM – Meninggalnya Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Terutama, bagi yang bergelut di dunia kebencanaan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sosok Sutopo Purwo Nugroho patut mendapat apresiasi dan diteladani semua orang, yang tetap gigih dan fokus pada pekerjaannya dengan mengabaikan penyakit yang sedang menggerogoti tubuhnya. Sosok Sutopo Purwo Nugroho juga bisa menjadi panutan bagi generasi muda sekarang, untuk terus berkarya mengisi kemajuan bangsa.

Ganjar menjelaskan, ia memiliki kenangan yang mendalam saat dirinya satu panggung dengan Sutopo Purwo Nugroho di acara Mata Najwa di Boyolali 24 Februari 2019.

Menurutnya, Sutopo tidak menunjukkan gelagat sebagai orang yang sedang sakit dan butuh dikasihi.

“Tentu pada profesinya, dia penginformasi terbaik tentang kebencanaan. Apakah pencegahan, apakah penanggulangan pascabencana, termasuk mengemas kalimat-kalimat yang masyarakat bisa mengerti tentang kebencanaan. Itu tentu butuh kecerdasan yang luar biasa. Dan yang luar biasa juga ketika Mas Topo ,enderita sakit, dia tidak pernah meninggalkan pekerjaannya dalam kondisi sakit yang mungkin orang tidak bisa merasakan,” kata Ganjar saat menghadiri pemakaman Sutopo di TPU Sonoloyo Boyolali, Senin (8/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, Sutopo Purwo Nugroho banyak memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negaranya. Hal itu dibuktikan atas prestasinya yang tidak hanya lokal, tapi juga di dunia internasional. Dedikasinya dalam bekerja, patut dicontoh semua anak bangsa.

“Sebagai profesional, Mas Topo bisa menjadi contoh bagaimana seorang aparatur sipil negara mengabdi kepada bangsa dan negara. Beliau cerdas, egaliter dan berkomitmen. Beliau termasuk orang langka, dan saya rasa kita semua kehilangan sosok beliau,” jelasnya.

Diketahui, Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou China, Minggu (7/7) dini hari akibat penyakit kanker paru-paru yang dideritanya sejak Desember 2017. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengurai Penyebab Rendahnya Daya Saing Nasional, Apa Hambatanya? Bagaimana Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing?
Artikel selanjutnyaMasih Ada 4.527 Kursi Kosong di SMA Negeri, Ganjar Pranowo Tawarkan ke Siswa Yang Belum Dapat Sekolah

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini