BNPB Dampingi Kudus Tekan Lonjakan COVID-19

Letjen TNI Ganip Warsito
Kepala BNPB Jateng Letjen TNI Ganip Warsito menjelaskan langkah pendampingan untuk penanganan kasus COVID-19 di Kudus, Rabu (2/6).

Semarang, Idola 92,6 FM – BNPB akan memberikan pendampingan kepada Pemkab Kudus, berkaitan dengan upaya penanganan dan pengendalian peningkatan kasus COVID-19. Sejumlah tenaga lapangan dan peralatan dari BNPB sudah disiapkan, untuk ikut menangani dan merawat warga terpapar COVID-19.

Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo untuk ikut menangani kasus COVID-19 di Kudus, pihaknya langsung turun ke lapangan memantau dan mengajak elemen terkait berkoordinasi menekan peningkatan kasus COVID-19. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di kantor gubernuran, Rabu (2/6) sore.

Ganip menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan pendampingan ke aparat Pemkab Kudus untuk memerketat PPKM mikro dan penegakan protokol kesehatan serta penyelenggaraan tracing dan testing serta treatment. Pihaknya juga akan memberikan dukungan fasilitas isolasi mandiri, dengan penyediaan tenda-tenda lapangan di tiap-tiap kecamatan atau desa.

“BNPB selaku yang menjadi kepala penanganan satgas ini terus bersatu padu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk mengendalikan atau menekan lonjakan COVID-19 ini. Pendampingan yang jelas posko kita berikan, tenda isolasi dan sebagainya kita siapkan,” kata Ganip.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, peningkatan kasus COVID-19 yang ada di Kudus tidak hanya menjadi perhatian provinsi saja tetapi pemerintah pusat. Bahkan, pihaknya juga menjalin komunikasi secara intens dengan Kementerian Kesehatan.

Menurut Ganjar, penanganan peningkatan kasus COVID-19 di Kudus telah dilakukan secara maksimal tidak hanya dari pemkab tetapi juga pemprov.

“Kemarin pak bupati sudah nambah umpama beberapa tempat yang kosong, bisa dipakai untuk isolasi atau rumah sakit darurat dibuat. Dan begitu kemudian manajemennya kesulitan, saya sudah minta pak bupati telepon langsung saya agar kita bisa membantu secepatnya,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar juga meminta epidemiolog, untuk meneliti lonjakan kasus COVID-19 di Kudus apakah dari transmisi lokal atau mudik. Sehingga tracing menjadi penting, dan bisa diketahui riwayat kontak eratnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Menyukseskan PPKM Mikro Demi Memenangkan Perang Menghadapi Covid-19?
Artikel selanjutnyaPolrestabes Semarang Imbau Pemilik Usaha Pasang Tombol Panic Button

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini