Bagaimana Menyukseskan PPKM Mikro Demi Memenangkan Perang Menghadapi Covid-19?

PPKM Mikro

Semarang, Idola 92.6 FM – Penambahan kasus positif Covid-19 secara nasional seolah menjadi lonceng peringatan bagi kita semua. Sejumlah daerah melaporkan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 setelah dua pekan pasca libur Lebaran. Jumlah kasus aktif secara nasional kini telah melampaui angka 100 ribu.

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah sesungguhnya sudah diprediksi oleh kalangan juru wabah sejak jauh-jauh hari. Salah satunya dipengaruhi mobilitas penduduk selama libur Lebaran—meskipun Pemerintah meniadakan program mudik lebaran. Namun, seperti kita ketahui, masih banyak warga yang nekat mudik dan dampaknya seperti kita ketahui saat ini—jumlah kasus Covid-19 meningkat bahkan mulai membuat beberapa daerah kewalahan.

Salah satu daerah itu yakni Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Perkembangan terkini, Pemkab Kudus berencana mendirikan rumah sakit lapangan khusus untuk merawat pasien terpapar virus corona. Upaya itu dilakukan menyusul kondisi genting di Kudus seiring sebaran kasus covid-19 yang meningkat. Hal itu juga memicu ratusan tenaga kesehatan terpapar covid-19 dan keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) juga sudah penuh. Kudus pun kini menjadi satu-satunya zona merah di Pulau Jawa pekan ini.

Maka, kalangan juru wabah pun mendukung langkah Pemerintah yang memutuskan memperpanjang kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro secara nasional mulai tanggal 1 hingga 14 Juni mendatang. Keputusan tersebut diambil pemerintah merujuk data yang menunjukkan peningkatan kasus positif maupun kasus aktif virus corona di Indonesia.

Lantas, demi suksesnya PPKM Mikro dan memutus penularan Covid-19, hal-hal krusial apa yang mesti diperhatikan bersama? Bagaimana menjadikan PPKM ini layaknya strategi perang yang harus menghasilkan kemenangan? Bagaimana mendorong seluruh masyarakat, agar bersama-sama ikut siaga dan mendukung tercapainya kemenangan?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber yakni: dr. Riris Andono Ahmad (Ahli Epidemiologi/ Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta); Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), dan Prof Wiku Adisasmito (Juru bicara Satgas Covid-19). (her/ yes/ ao)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaTiap RT di Kudus Terapkan Lockdown Jika Kasus Positif Lebih Dari 10 Orang
Artikel selanjutnyaBNPB Dampingi Kudus Tekan Lonjakan COVID-19

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini