Varian Delta Baru Ditemukan di Kudus

Gubernur Ganjar Pranowo
Gubernur Ganjar Pranowo mendapat penjelasan soal alat yang digunakan untuk meneliti sampel COVID-19 di laboratorium di Salatiga, belum lama ini.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah sudah mengirimkan puluhan sampel whole genome squencing dari sejumlah daerah, untuk diteliti ada tidaknya varian baru COVID-19. Saat ini, varian Delta baru ditemukan di Kudus berdasar hasil pemeriksaan genome squencing.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan hampir semua sampel yang diambil dari 35 kabupaten/kota sudah dikirim ke laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM), dan saat ini temuan varian Delta baru ada di wilayah Kabupaten Kudus. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di kantor gubernuran, kemarin.

Yulianto menjelaskan, pemeriksaan genome squencing membutuhkan waktu cukup lama dan harus bersabar untuk mengetahui hasil dari daerah-daerah lain yang belum keluar. Namun, untuk beberapa daerah lainnya masih negatif temuan varian Delta.

Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan dari laboratorium sudah keluar akan segera disampaikan.

“Pengambilan sampel di Semarang, Magelang, Solo, Brebes dan sebagainya. Ada banyak. Sementara ini yang ditemukan varian Delta baru di Kudus. Memang belum semua hasil itu keluar ya, masih ada beberapa. Bahkan kemarin kita ngirim 40 sampel lagi, tapi waktu pemeriksaannya kan butuh dua minggu. Jadi kita tunggu,” kata Yulianto.

Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan Jateng:

Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat Kudus untuk benar-benar bisa patuh terhadap imbauan pemerintah setempat. Masyarakat yang tinggal di Kudus dan sekitarnya harus membantu, dan saling menjaga.

Menurut Ganjar, meski varian Delta baru ditemukan di Kudus namun daerah lainnya tetap bersiaga.

“Maka yang ada di Kudus ini kita kunci. Maka kita minta semua bisa mendukung Kudus dan sekitarnya untuk berjaga-jaga. Semua terjadi penebalan di Kudus, yankesnya ditambah dan nakes serta alkes ditambah. Termasuk penebalan dari TNI/Polri itu sebenarnya dalam konteks membantu. Nah sekarang yang kita harapkan yang dari dalam memang, kesadaran masyarakat Kudus semuanya melaksanakan 5M dan pemerintah 3T,” ucap Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, untuk daerah-daerah yang masuk zona merah harus mampu melakukan lockdown tingkat RT untuk meminimalisir penyebarannya. Pemprov akan membantu, apabila dibutuhkan peralatan atau obat-obatan penunjang. (Bud)

Artikel sebelumnyaMUI Jateng Imbau Warga di Zona Merah Ibadah di Rumah Saja
Artikel selanjutnyaBantuan Tenaga Medis Dari Kalangan Sekolah Profesi Terbentur Izin Orang Tua

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini