Indonesia Juara Umum ASEAN School Games 2019

Sekda Jateng Sri Puryono mengalungkan medali perunggu bagi atlet bola voli putri di kampus UIN Walisongo Semarang.

Semarang, Idola 92.6 FM – Para atlet Indonesia berhasil membawa negaranya menjadi juara umum ASEAN School Games (ASG) XI 2019, yang dilaksanakan di Kota Semarang sejak 18-23 Juli kemarin. Sebagai tuan rumah, Indonesia mengumpulkan 43 medali emas, 34 medali perak dan 25 medali perunggu.

Sekda Jawa Tengah Sri Puryono mengaku bangga, atlet-atlet Tanah Air mampu memersembahkan yang terbaik bangsa dan negaranya.

Menurutnya, ada beberapa cabang olahraga yang menjadi lumbung emas bagi atlet Indonesia. Misalnya olahraga atletik mengoleksi 11 medali emas, dan cabang bulutangkis menyapu bersih seluruh nomor yang dipertandingkan serta cabang olahraga emas menyabet tujuh medali emas.

Sri Puryono menjelaskan, sebagai apresiasi atas keberhasilan kontingen Indonesia meraih medali, maka pemprov sudah menyiapkan hadiah khusus. Terutama, bagi atlet asal Jateng yang mampu memersembahkan medali bagi Indonesia.

“Indonesia menduduki peringkat pertama ASEAN School Games ini. Untuk atlet Jawa Tengah yang meraih medali, sudah kita pikirkan. Yang jelas nanti dapat. Kayak voli tadi saya sempat beri motivasi, kalau menang tak kasih Rp70 juta. Tapi ndak menang, hanya juara dua. Nanti akan dihitung lagi, tapi yang pasti ada apresiasi khusus bagi Jawa Tengah. Harapan saya, nasionalnya dapat yang provinsi juga dapat,” kata Sri Puryono, kemarin.

Chef de Mission (CdM) Indonesia ASG 2019 Yayan Rubaeni menambahkan, torehan prestasi atlet pelajar di kancah ASEAN sangat membanggakan. Sebab, persaingan kompetisi ASG tahun ini cukup ketat. Terutama, Thailand dan Malaysia yang selalu menempel ketat di setiap klasemen perolehan medali.

“Program-program latihan di pelatnas terbayar lunas, kerja keras anak-anak juga tidak sia-sia. Predikat juara umum dan raihan medali emas melebihi target, ini tentu patut disyukuri,” ujar Yayan.

Oleh karena itu, jelas Yayan, pemerintah akan terus mendukung pembinaan atlet muda di Indonesia. Sehingga, di masa mendatang bisa meneruskan jejak seniornya di kancah internasional. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenyikapi Wacana Rektor Asing Pimpin Perguruan Tinggi, Ada Yang Pro dan Kontra
Artikel selanjutnyaPenjualan Rumah di Semester Pertama 2019 Belum Membaik

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini