Ini Pesan Anggota DPRD Buat Mahasiswa Yang Berunjuk Rasa

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor gubernuran, Selasa (24/9).
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor gubernuran, Selasa (24/9).

Semarang, Idola 92.6 FM – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Kota Semarang turun ke jalan, Selasa (24/9). Aksi tersebut menyikapi tentang sejumlah rancangan perundang-undangan, yang dianggap bakal menimbulkan pro kontra dan membuat hukum tidak mempunyai rasa keadilan. Ratusan mahasiswa di Kota Semarang melakukan aksi, di Jalan Pahlawan di depan kantor gubernuran.

Salah satu anggota DPRD Jawa Tengah Muhamad Ngainirrichadl mengatakan aksi mahasiswa yang turun ke jalan, memang sudah menjadi hal biasa di negara demokrasi. Hal itu merupakan bentuk penyampaian pendapat atau aspirasi, kepada para penguasa atau pemerintah terhadap suatu kondisi tertentu.

Ngainirichadl menjelaskan, memang ada RUU yang dianggap mahasiswa bermasalah. Di antaranya adalah RUU KUHP, karena ada beberapa pasal yang dianggap tidak relevan dan mengundang keprihatinan.

Namun demikian, mantan aktivis mahasiswa ini tetap memberikan dukungan kepada mahasiswa yang turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa. Sepanjang sesuai dengan isu yang diangkat, hal itu tidak akan masalah. Namun, jangan sampai isu yang diangkat mahasiswa kemudian dibelokkan.

“Ya harus juga dicermati lebih dalam terkait dengan isu RUU tersebut, apakah benar-benar ada hal yang merupakan kemunduran dari sebuah perjuangan reformasi tahun 98 atau tidak. Sepanjang aksi itu memang betul-betul murni dari mahasiswa, saya memberi dukungan. Tapi, saya juga meminta mahasiswa harus berhati-hati juga dengan hal-hal atau konteks di luar itu,” kata Ngainirichadl, Selasa (24/9).

Lebih lanjut Ngainirichadl menjelaskan, para mahasiswa juga tetap bisa menjaga situasi kondusif selama menggelar aksi unjuk rasa. Sehingga, aspirasi yang akan disuarakan bisa tersampaikan.

Diwartakan, ribuan mahasiswa dari 12 kampus yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan. Aksi itu sebagai bentuk protes, mengecam kebijakan yang diambil pemerintah bersama DPR. Mahasiswa mengusung gerakan #SemarangMelawan dan #ReformasiDikorupsi. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenggugat Potret Buruk Kinerja Legislasi DPR di Tengah Demokrasi dalam Pusaran Oligarki
Artikel selanjutnyaPemkab Grobogan Sebut 110 Desa Terdampak Kekeringan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini