Pemprov Jateng Optimistis AKI Bisa Turun Sesuai Target SDGs 2030

Semarang, Idola 92.6 FM – Persoalan tentang angka kematian ibu (AKI) dan juga angka kematian bayi (AKB) di Jawa Tengah, terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal itu juga tidak lepas adanya program dari Pemprov Jawa Tengah, lewat program Jateng Gayeng Nginceng Bareng Wong Meteng.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan di masa kepemimpinannya, memang fokus terhadap penurunan AKI maupun AKB. Terlebih lagi, target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yang dicanangkan berada di bawah 70 per 100 ribu kelahiran hidup.

Menurutnya, capaian-capaian tentang penurunan AKI akan terus ditingkatkan.

Ganjar menjelaskan, terjadi penurunan yang cukup tajam terhadap AKI di Jateng sejak 2013 lalu. Pada 2013, tercatat AKI di Jateng mencapai 613 kasus dan saat ini 421 kasus AKI pada 2018.

Sedangkan AKB, lanjut Ganjar, juga mengalami penurunan. Pada 2016 sebanyak 5.485 kasus dan saat ini 4.481 kasus di 2018.

“Kita itu targetnya turun, tapi SDGs lebih tinggi lagi. Angkanya 70 di tahun 2030, dan sekarang kita 79. Jadi, Insya Allah kita akan tekan lagi. Maka, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu nampaknya mendapat perhatian tidak hanya nasional, tapi dunia. PBB juga sudah memberi pengakuan,” kata Ganjar, Rabu (27/3).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng menjadi solusi yang jitu di dalam menurunkan AKI di provinsi ini. Bahkan, program itu juga telah mendapat pengakuan dan apresiasi dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, dengan meningkatnya target pembangunan kesehatan di provinsi ini juga memberi dampak bagi kesehatan masyarakat. Hal itu terlihat, dari angka harapan hidup warga Jateng juga mengalami perubahan.

“Pada 2013, angka harapan hidup masyarakat Jateng 72,6 tahun dan dua tahun setelahnya menjadi 74,08 tahun. Ini akan terus kami tingkatkan,” ujar Yulianto.

Menurutnya, ada banyak faktor yang menyebabkan turunnya AKI dan AKB di Jateng. Satu di antaranya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat, dalam memerhatikan kesehatan ibu hamil. (Bud)

Artikel sebelumnyaGanjar: Saya Terima Laporan Ada ASN Yang Terpapar Paham Radikalisme
Artikel selanjutnyaMencermati Kerja Sama Indo-Pasifik, Apa dan Bagaimana Ancamannya bagi Kawasan?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini