Pemudik Diminta Waspadai Aksi Begal, Ini Kata Kapolri Saat di Semarang

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berdialog dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza saat berkunjung di Pos Pam GT Kalikangkung, kemarin.

Semarang, Idola 92.6 FM – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah meminta jajaran Polda Lampung, untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Begal. Tujuannya, guna memberikan rasa aman bagi pemudik yang ingin berhari raya di kampung halaman.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya bersama jajaran TNI bersepakat memberikan rasa aman kepada masyarakat pemudik, yang akan pulang ke kampung halaman.

Menurutnya, pada masa Lebaran ini kejahatan yang perlu mendapat kewaspadaan ekstra adalah perampokan atau pembegalan.

Tito menjelaskan, pihaknya tidak akan mentolerir kepada pihak-pihak yang mencoba menakuti masyarakat atau membuat pemudik tidak aman selama melakukan perjalanan ke kampung halaman.

“Kasus-kasus konvensional, misalnya begal. Polda Lampung sudah kita ingatkan, untuk membentuk Satgas Anti Begal. Secara proaktif melakukan pemetaan kelompok-kelompok itu dan kemudian melakukan langkah, baik soft maupun tindakan-tindakan tegas. Kemudian, membentuk pos gabungan TNI/Polri di sepanjang jalur Bakauheni sampai dengan Sumatera Selatan. Dan ketiga, adanya patroli gabungan di sepanjang jalur rawan begal,” kata kapolri, kemarin.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, pihaknya sejak awal puasa sampai Lebaran untuk mencegah gangguan kamtibmas. TNI/Polri akan terus melakukan patroli rutin yang difokuskan di kawasan permukiman.

Kapolri: Pemudik Saya Imbau Bisa Pulang ke Jakarta Jangan Bersamaan di Sabtu dan Minggu

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat meninjau Pos Pam di GT Kalikangkung, belum lama ini.

Masyarakat pemudik diminta bisa memanfaatkan waktu yang ada di masa libur Lebaran, terutama pulang ke kampung halaman. Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyarankan pemudik, untuk pulang ke Jakarta lebih awal dan tidak bersamaan.

Menurutnya, pada masa arus mudik Lebaran ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, persebaran kendaraan pemudik merata dan tidak bertumpu pada satu hari saja.

Tito menjelaskan, panjangnya masa libur Lebaran ini membuat masyarakat bisa merencanakan perjalanan mudik sejak jauh hari. Termasuk, memilih rute perjalanan bisa sampai ke kampung halaman.

Namun demikian, lanjut kapolri, para pemudik yang akan kembali ke Jakarta diimbau bisa memilih waktu secara tepat. Sehingga, tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berakibat kemacetan panjang di jalur-jalur mudik.

“Nah, kembalinya mungkin nanti kita lihat waktunya pendek. Hari Jumat masih cuti bersama, dan sisa waktu dua hari di Sabtu dan Minggu. Senin sudah mulai hari kerja, sehingga kita mengimbau kepada masyarakat jangan memilih pulang ke Jakarta di hari Sabtu dan Minggu. Mungkin nanti akan terjadi lonjakan. Jadi, saran saya Jumat sudah ada yang berangsur-angsur kembali,” kata Tito ketika melakukan peninjauan di GT Kali Kangkung, Semarang, Jumat (31/5).

Lebih lanjut Tito menjelaskan, dengan memilih waktu pulang ke Jakarta secara tepat, maka tidak akan ada lonjakan volume kendaraan secara bersamaan.

“Prediksi saya memang di waktu arus balik ini yang perlu diantisipasi,” jelasnya.

Sementara itu, sebelum melakukan peninjauan di GR Kali Kangkung, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang didamping Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga melakukan peninjauan di Brebes Timur dengan menggunakan dua buah helikopter. Dari pantauan di udara, situasi arus lalu lintas di jalan tol Trans Jawa cukup kondusif. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengantisipasi Kemacetan Arus Mudik Pasca Tersambungnya Tol Trans-Jawa?
Artikel selanjutnyaMenkes: Pemudik Saya Imbau Istirahat Setiap 4 Jam Sekali Jika Lakukan Perjalanan Jauh
Wartawan senior Radio Idola Semarang.