Kemendag Minta Daerah Tetap Buka Pasar Rakyat Dengan Terapkan Physical Distancing

Bantuan berupa sembako dan bilik antiseptik
Gubernur Ganjar Pranowo menerima bantuan berupa sembako dan bilik antiseptik dari Kementerian Perdagangan di Puri Gedeh, Jumat (8/5).

Semarang, Idola 92,6 FM – Pasar merupakan tempat perputaran ekonomi kerakyatan yang harus tetap dijaga, agar ekonomi masyarakat tidak mengalami keterpurukan. Namun demikian, Kementerian Perdagangan tetap menyarankan kepada bupati/wali kota se-Indonesia untuk memerhatikan protokol kesehatan selama pasar rakyat dibuka.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto mengatakan beberapa daerah di Indonesia yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), berimbas pada penutupan pasar rakyat sebagai lokasi jual beli dan perputaran uang. Sehingga, perlu ada kebijakan khusus yang dikeluarkan pemerintah agar pasar tradisional tetap buka dengan memerhatikan protokol kesehatan.

Suhanto menjelaskan, untuk Jawa Tengah ada perlakuan khusus terhadap beberapa pasar tradisional tetap buka dan beroperasi melayani masyarakat. Setidaknya ada 13 pasar tradisional, yang menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak antara satu pedagang dan lainnya.

“Sudah ada edaran dari menteri perdagangan yang ditujukan kepada seluruh bupati/wali kota di Indonesia, yang intinya bahwa dalam rangka menghadapi situasi COVID-19 yang sedang mewabah ini perekonomian di tingkat bawah tetap berjalan. Sehingga, kami meminta kepada para bupati/wali kota untuk memberikan perlakuan khusus terhadap pendistribusian komoditi-komoditi yang terkait dengan pangan,” kata Suhanto di sela pemberian bantuan kepada Pemprov Jateng, Jumat (8/5).

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, apa yang telah dilakukan sejumlah bupati/wali kota di provinsi ini ternyata mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Karena, yang dilakukan bupati/wali kota pada intinya ingin mengatur roda perekonomian masyarakat tetap berjalan di tengah pandemi.

“Dan ternyata, kawan-kawan di Kementerian Perdagangan mengawasi apa yang terjadi di Jawa Tengah. Meskipun kita belum sempurna, tapi kita sudah coba memulai untuk menata pasar-pasar dan itu inline dengan kebijakan yang ada di sana,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, apa yang telah dilakukan bupati/wali kota tentang pengaturan pasar tradisional itu menjadi cara bagaimana hidup berdampingan dengan COVID-19 tetapi tidak boleh tertular. (Bud)

Artikel sebelumnyaWarga Tegal Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Apotik Hidup
Artikel selanjutnyaDinas Pendidikan Jateng Sebut PPDB Tahun Ini Cukup Pakai Nilai Rapor

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini