Pemprov dan MUI Jateng Sepakat Zakat Fitrah Dibayar di Awal Ramadan

Pembahasan Salat Tarawih
Gubernur Ganjar Pranowo (kiri) berdialog dengan Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji di sela Rakor Pembahasan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri 2020 di kantor gubernuran, Selasa (7/4).

Semarang, Idola 92,6 FM – Menjelang bulan puasa tahun ini, pemprov dan MUI Jawa Tengah sepakat untuk pembayaran zakat fitrah dibayarkan di awal bulan Ramadan. Kesepakatan itu diambil, setelah dilakukan Rakor Pembahasan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri 2020 di kantor gubernuran, Selasa (7/4).

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya bersama MUI Jateng membahas surat edaran dari menteri agama, tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di tengah pandemi virus Korona. Karena, dalam surat edaran itu bisa menjadi pijakan bersama antara pemprov dan tokoh ulama mengenai pelaksanaan kegiatan ibadah umat Islam selama bulan puasa.

Ganjar menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi kesepakatan bersama dengan MUI Jateng terkait penanganan virus Korona pada bulan suci Ramadan. Salah satunya, tentang kewajiban pembayaran zakat fitrah maupun zakat maal dibayarkan di awal bulan puasa.

“Tapi dinamika yang berkembang ini akan kita terus menerus. Dan tadi kita bersepakat dengan MUI, khusus berkaitan dengan zakat akan kita bayarkan di awal Ramadan. Dari pemprov akan kita siapkan edarannya, agar zakat fitrah dan zakat maal ini dibayarkan di depan sebelum Ramadan,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, pembayaran zakat fitrah dan zakat maal dibayar di depan ini untuk mendukung penanganan COVID-19. Sehingga, bisa membantu kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan selama pandemi.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pembahasan lebih lanjut tentang kondisi terkini soal pandemi virus Korona menjelang Ramadan hingga Lebaran mendatang.

Daroji menyebut, masyarakat muslim di Jateng diminta tidak mengendorkan ibadah selama bulan puasa meskipun dilakukan di rumah masing-masing.

“Kita berharap pada semuanya, agar melakukan istighosah dan doa bersama. Diharapkan, setiap masjid tetap mengumandangkan azan dan tadarus Alquran. Siapa tahu, dengan apa yang dilakukan di bulan Ramadan dan Tuhan akan memberikan keajaiban kepada kita. Sebagai umat Islam harus percaya, Insya Allah Tuhan mengabulkan doa kita,” ujar Daroji.

Lebih lanjut Daroji menjelaskan, 10 hari sebelum masuk bulan puasa kembali akan dilakukan pembahasan. Sehingga, masyarakat akan bisa melaksanakan kegiatan puasa sesuai ketentuan dari pemerintah. (Bud)

https://www.instagram.com/p/B-rGjUjHZcB/?utm_source=ig_web_copy_link

Artikel sebelumnyaMenimbang Politik Digital di Tengah Ketidakpercayaan Publik pada Lembaga Politik dan Perwakilan
Artikel selanjutnyaPemprov Dorong Gerakan 35 Juta Masker di Jateng