PLN Jateng-DIY Sebut Gangguan Terbesar Jaringan Listrik Adalah Ranting Pohon dan Binatang

Perbaikan jaringan listrik
Dua petugas PLN sedang melakukan perbaikan jaringan listrik.

Semarang, Idola 92,6 FM – Tidak bebasnya jaringan listrik yang melintasi cabang-cabang pohon, bisa menyebabkan gangguan suplai listrik ke pelanggan. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY menyebutkan, ranting pohon dan binatang menjadi penyebab utama gangguan kelistrikan.

General Manager PLN UID Jateng-DIY Feby Joko Priharto mengatakan dari hasil kajian yang dilakukan secara internal dan melibatkan akademisi, menyebutkan ada dua penyebab utama gangguan pasokan listrik ke pelanggan. Yakni ranting-ranting pohon, dan juga pergerakan binatang ketika melintas di kabel aliran listrik PLN.

Feby menjelaskan, untuk ranting-ranting pohon pihaknya sudah bekerja sama dengan dinas terkait untuk membersihkan cabang-cabang ranting atau pohon yang mengganggu kabel jaringan listrik. Kegiatan pemangkasan dilakukan secara periodik, dan paling sering dilakukan menjelang musim hujan untuk menghindari pohon tumbang karena angin kencang dan menimpa kabel jaringan listrik.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengamankan pasokan listrik ke pelanggan PLN tidak terganggu.

“Memang gangguan kita hasil evaluasi itu, yang terbesar adalah pohon kemudian binatang. Tupai, tikus dan burung itu juga menyebabkan gangguan jaringan listrik. Sekarang ditambah lagi dengan layang-layang. Ini yang kita harapkan kepada masyarakat, agar tidak bermain layang-layang di bawah jaringan. Kalau itu terjadi, maka dampaknya akan luas sekali,” kata Feby, belum lama ini.

Lebih lanjut Feby menjelaskan, khusus untuk gangguan karena layang-layang pernah kejadian di wilayah Banyumas dan menyebabkan listrik padam separuh dari wilayah Jateng. Sebab, layang-layang tersebut mengenai jaringan kabel listrik pada sistem atau SUTET. Sehingga, pemulihan jaringan membutuhkan waktu cukup lama.

“Sejumlah pelanggan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sempat mengeluh di media sosial, karena listrik padam. Ternyata, hasil penyelidikan kita ada benang layang-layang yang kena kabel di jaringan sistem,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaUNICEF Perwakilan Jawa Minta Satuan Pendidikan Yakin Bila Mau Buka Sekolah Tatap Muka
Artikel selanjutnyaLusiawati Dewi, Pemulia Tempe dari UKSW Salatiga

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini