BPBD Jateng Terus Pantau Kondisi Merapi

Gunung Merapi terlihat dari Ngrangkah
Gunung Merapi terlihat dari Ngrangkah di Kabupaten Sleman, DIY.

Semarang, Idola 92,6 FM – BPBD Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan BPBD DKI Yogyakarta dan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) berkaitan dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Sebab, dalam beberapa hari ini terlihat lava pijar dan guguran awan panas.

Pelaksana tugas Kalahar BPBD Jateng Syafrudin mengatakan saat ini ada 1.019 pengungsi, yang tersebar di tiga kabupaten di sekitar Gunung Merapi. Yakni Kabupaten Magelang ada empat desa yang warganya mengungsi, sedangkan di Klaten dan Boyolali masing-masing dua desa warganya telah diungsikan.

Menurutnya, BPBD Jateng juga telah mengirim personel dan logistik ke sejumlah tempat pengungsian yang disediakan. Yakni berupa peralatan tidur, mandi dan kebutuhan makan sehari-hari.

“Memang kemarin ada lava pijak ya, mulai turun pada hari Senin sama tadi malam. Levelnya masih siaga, belum meningkat menjadi awas. Kami juga akan kirimkan elo-elo kita untuk memantau perkembangan Merapi. Terutama sejak munculnya lava pijar,” kata Syafrudin, Jumat (8/1).

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo juga telah meminta BPBD Jateng untuk memastikan kondisi para pengungsi dan tempat pengungsiannya. Termasuk, memastikan pengelolaan tempat pengungsian masih menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Ganjar, masyarakat pengungsi harus tetap dijaga dan diperhatikan kesehatan serta pola makannya.

“Sekarang semua siaga yang erupsi Merapi. Karena sebelumnya masyarakat kan juga sudah ada yang mengungsi. Tapi kami memantau terus menerus pada soal ini. BPBD sampai dengan tadi malam laporan terus menerus, ya semua masih terkendali. Tapi saya minta untuk areal-areal bahaya itu pastikan mereka semuanya sudah mengungsi,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar juga meminta masyarakat di sekitar Merapi tetap mematuhi arahan dari petugas dan menjauhi areal berbahaya. Yakni, menjauh dari radius lima kilometer dari puncak Merapi. (Bud)

Artikel sebelumnyaMUI Jateng Minta Masjid Yang Belum Terapkan Prokes Bisa Menyesuaikan
Artikel selanjutnyaQuo Vadis Dunia Pendidikan: Membaca Visi Pendidikan Nasional

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini