Kemenperin Targetkan 6 Juta Lebih IKM Masuk di Marketplace

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia
Pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Festival Joglosemar di pelataran Candi Borobudur.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kementerian Perindustrian melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) Festival Joglosemar, mengajak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas yang sudah diberikan pemerintah guna mengembangkan usahanya. Termasuk, mengajak masyarakat mencintai dan memakai produk-produk buatan IKM.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia melalui Festival Joglosemar, bertujuan untuk meningkatkan jumlah industri kecil dan menengah (IKM). Pernyataan itu dikatakan Agus di sela pembukaan Festival Joglosemar di pelataran Candi Borobudur, kemarin.

Agus menjelaskan, tujuan utama dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021 ini menargetkan sekira 6,1 juta UKM/IKM dalam negeri sudah bergabung di marketplace untuk memasarkan produknya. Sehingga, masyarakat mulai mengenal dan mencintai produk UKM/IKM karena sudah tersedia di pasaran secara online.

Menurut Agus, kementerian yang dipimpunnya juga memberikan fasilitas merek IKM dan dukungan fasilitasi Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap produk milik UKM/IKM.

“Melalui berbagai program pertumbuhan dan pengembangan IKM, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian senantiasa melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan SDM dan produk-produk IKM. Dalam rangka mendukung tujuan utama Gerakan Nasional BBI tahun 2021 ini, targetnya sekitar 6,1 juta UMKM atau IKM onboarding di marketplace. Mudah-mudahan dengan kerja keras kita semua, kita bisa mencapai itu,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, Kementerian Perindustrian juga secara konsisten memberdayakan pelaku UKM/IKM melalui penguatan teknologi e-bisnis. Bahkan, pihaknya juga sudah memiliki program e-smart IKM sejak 2017 kemarin.

“Kami telah melatih sekitar 14 ribu para pelaku industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Manfaat yang bisa diperoleh dalam program e-smart IKM, yaitu workshop untuk membuka toko online atau bisnis digital dan manajemen bisnis dan yang paling penting agar mereka bisa masuk ke katalog e-smart IKM,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenteri Investasi Sebut Industri Kaca di Kawasan Industri Batang Mampu Serap 1.200 Tenaga Kerja Langsung
Artikel selanjutnyaPenjualan Oleh-oleh Khas Semarang Terdampak Karena Aturan Larangan Mudik

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini