Mengenal “Aksakirana” karya Tim Mahasiswa UGM

Tim Aksakirana
Dari kiri ke kanan: Ajie Kurniawan Saputra, Muhammad Nur Fahmi, Athar Rosyad Partadireja, dan Synvi Alfajrine Loeba Bistomy.(Photo dok Athar)

Yogyakarta, Idola 92.6 FM – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berinovasi mengembangkan Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan bernama Aksakirana. Tim tersebut terdiri dari 4 orang yakni Athar Rosyad Partadireja (Teknik Biomedis), Ajie Kurniawan Saputra (Teknik Elektro), Muhammad Nur Fahmi (Kedokteran), dan Synvi Alfajrine Loeba Bistomy (Teknik Biomedis).

Apa itu Glaukoma? Glaukoma merupakan penyakit mata yang mengalami kerusakan saraf disebabkan oleh tekanan pada bola mata. Tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata. Penderita glaukoma mengalami gangguan penglihatan hingga sakit kepala bahkan kebutaan.

Aksakirana terdiri dari empat komponen utama yakni perangkat keras berupa handheld, aplikasi seluler dan web Aksakirana serta pembelajaran mesin. Handheld Aksakirana merupakan aksesoris kamera ponsel yang berbentuk seperti teropong genggam yang dilengkapi oleh lensa indirect ophthalmoscopy sebesar 20D.

Sementara itu, aplikasi seluler Aksakirana berfungsi sebagai media pengunggahan foto ke server guna belajar mesin Aksakirana sehingga diperoleh hasil diagnosis serta tingkat keparahannya. Adapun aplikasi web Aksakirana sendiri memiliki fungsi serupa dengan aplikasi selulernya.

Aksakirana
Inovasi Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan “Aksakirana” karya tim Mahasiswa UGM Yogyakarta.(Photo dok Athar)

Athar Rosyad Partadireja mengatakan meski saat ini alat tersebut masih berupa prototipe, tapi dia dan tim terus berupaya untuk mengembangkannya agar nantinya bisa dimanfaatkan banyak orang.

Aksakirana
Inovasi Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan “Aksakirana” karya tim Mahasiswa UGM Yogyakarta.(Photo dok Athar)

Selengkapnya, mengenal inovasi alat deteksi glaukoma berbasis kecerdasan buatan “Aksakirana” karya Tim Mahasiswa UGM, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Athar Rosyad Partadireja, mahasiswa Teknik Biomedis UGM dan anggota tim mahasiswa pembuat “Aksakirana”. (yes/ her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBI Jateng Bantu Sarana Pembayaran Non Tunai ke Pedagang Mi Bakso
Artikel selanjutnyaMenuju Pusat Industri Mobil Listrik Dunia, Langkah Nyata Apa yang Mesti Dilakukan?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini