Mengenal Aplikasi Culture Academy Indonesia karya Tim Mahasiswa Udinus Semarang

Hendriansyah dan Rachel Patricia
Hendriansyah dan Rachel Patricia Mahasiswa Udinus Semarang memperlihatkan inovasinya “aplikasi Culture Academy Indonesia”. Bersama Steven Adi Santoso, mereka membuat aplikasi untuk pelaku UMKM itu sejak tahun 2019. (Photo dok Hendriansyah)

Semarang, Idola 92.6 FM – Melihat besarnya potensi UMKM dalam menggerakkan perekonomian, tim mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berinovasi membuat aplikasi Culture Academy Indonesia.

Platform ini dibuat untuk membantu meningkatkan kualitas dan pemasaran produk kerajinan dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Aplikasi Culture Academy Indonesia dikembangkan oleh Hendriansyah, Rachel Patricia, dan Steven Adi Santoso.

Hendriansyah yang masih duduk di semester V Prodi S-1 Sistem Informasi Udinus ini, menempati posisi CEO dan Frontend Developer. Sedangkan dua rekannya, Rachel sebagai Chief Operating Officer, dan Steven sebagai Chief Marketing Officer.

Sandiaga Uno, Hendriansyah dan Rachel Patricia
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno bertemu dengan Hendriansyah dan Rachel Patricia Mahasiswa Udinus Semarang dalam acara Apresiasi Kreasi Indonesia di Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Photo dok Hendriansyah)

Menurut Hendriansyah, dalam aplikasi ini, juga terdapat layanan yang membantu UMKM naik level. Ia memberikan layanan modul dalam bentuk video pelatihan yang disusun sesuai dengan standard product export yang telah divalidasi langsung oleh perusahaan terkemuka di dunia ekspor. Hingga saat ini, user aplikasi Culture Academy Indonesia mencapai 1572 UMKM. Dari jumlah itu, UMKM yang aktif dan telah berhasil ekspor sebanyak 733 UMKM.

Selengkapnya, mengenal aplikasi Culture Academy Indonesia karya tiga mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Hendriansyah, mahasiswa Udinus dan CEO & Frontend Developer Aplikasi Culture Academy Indonesia. (yes/ her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Upaya Preventif Menangkal Maraknya Pinjol Ilegal?
Artikel selanjutnyaPasar Modal Indonesia Siap Dorong Pemulihan Ekonomi

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini