Mengenal Mujimin, Sang Master Bambu dari Kulon Progo

Mujimin
Mujimin dijuluki sebagai Master Bambu asal Pedukuhan Nabin Kelurahan Sidomulyo Kabupaten Kulon Progo D.I. Yogyakarta. (photo dok Mujimin)

Semarang, Idola 92.6 FM – Berkat kerajinan bambu, perajin satu ini bisa menjadi eksportir hingga ke Negeri Kincir Angin, Belanda. Bahkan ia sampai dijuluki sebagai Master Bambu. Ia pun mempekerjakan anak muda di sekitarnya.

Ia adalah Mujimin, perajin bambu asal Pedukuhan Nabin Kelurahan Sidomulyo Kabupaten Kulon Progo D.I Yogyakarta yang bergelut dengan bambu sejak 2003 silam. Jika di masa pandemi seperti saat ini, banyak usaha di Indonesia lesu bahkan sampai ‘gulung tikar’ hal itu tak dialami Mujimin.

Perajin bambu berusia 45 tahun ini dengan kegigihannya justru mampu membuat 40.000 baki atau nampan dari bahan bambu untuk dikirim ke ‘Negeri Kincir Angin’, Belanda. Tak tanggung-tanggung, dari total puluhan ribu baki tersebut, tiap bulannya Mujimin mengirim kurang lebih 4.000 baki.

Para pekerja sedang membuat baki
Para pekerja sedang membuat baki/nampan untuk memenuhi permintaan pasar Belanda. (photo dok Mujimin)

Dalam proses pembuatan baki bambu, Mujimin sama-sekali tidak menggunakan bahan logam dan tanpa pengawet. Ini sesuai dengan Ecogreen yang sedang digalakkan warga Eropa, khususnya Belanda.

Pesanan baki didapat Mujimin pada pertengahan 2020, saat banyak bisnis di Indonesia bahkan dunia surut di tengah serangan pandemi Covid-19. Baki yang Mujimin buat sendiri terbuat dari bambu cendani dan bambu apus Jawa.

Para pekerja sedang membuat baki
Para pekerja sedang membuat baki/nampan untuk memenuhi permintaan pasar Belanda. (photo dok Mujimin)

Setiap proses pembuatan baki pun harus dilaporkan setiap hari kepada pembeli dalam bentuk video. Dengan jumlah pemesanan yang cukup besar, Mujimin pun melibatkan delapan pekerja dari Pedukuhan Nabin Kulon Progo.

Rata-rata pekerja yang dipekerjakan merupakan anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap. Para pekerja ini ditugaskan untuk memasang pagar nampan, mengelem, memaku dengan tusuk sate, maupun membersihkan bambu cendani dengan cara dipanggang.

Baki bambu siap dikirim ke Belanda
Baki/nampan bambu siap dikirim ke Belanda. Sejak pandemi covid 2020 lalu, Mujimin membuat 40.000 baki untuk memenuhi permintaan pasar Belanda. Mujimin memenuhi pesanan tersebut secara bertahap dengan mengirin 4.000 baki tiap bulan. (photo dok Mujimin)

Selengkapnya, mengenai kerajinan bambu yang tembus ekspor hingga negeri Belanda, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Mujimin, Sang Master Bambu yang sukses mengekspor puluhan ribu baki bambu ke Belanda di masa Pandemi Covid-19. (yes/her)

Dengarkan Podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMenyoroti Rencana Pemerintah yang Akan Membuka Lumbung Pangan di Papua
Artikel selanjutnyaMenyoal Rangkap Jabatan Pejabat Kita

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini