Ngobrol Bareng Rendra Styawan, Pendiri Sanggar Persing Reborn Jepara

Rendra Styawan
Rendra "Wawan" Styawan Pendiri Sanggar Persing Reborn/Pengrajin Ukir warga Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. (Photo dok Wawan)

Jepara, Idola 92.6 FM – Kabupaten Jepara tersohor dengan sebutan kota ukir. Bagaimana jika di kawasan pesisir ini justru pengukir mulai jarang dijumpai? Tentu kita tak ingin merasakannya.

Mungkin itu yang ada di benak Rendra Styawan warga Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Wawan, panggilan akrab pengusaha muda ini berinisiasi mendirikan Sanggar Persing Reborn pada 2019 lalu. Dengan sanggar ini, Wawan mengajak pemuda kembali mencintai budayanya, ikut mengukir (natah).

Rendra Styawan bersama tamu dari USA Mas Parto
Rendra “Wawan” Styawan sedang bersama tamu dari USA Mas Parto. Mas Parto antusias terhadap seni ukir Jepara. (Photo dok Wawan)

Awal mula sanggar diluncurkan, puluhan anak muda tertarik belajar mengukir. Namun seiring berjalannya waktu, peminat ukir semakin redup. Ia pun tak putus asa. Wawan terus mencari anak muda yang mau diajari untuk natah. Agar tertarik untuk anak SD yang mau belajar ngukir, dikasih uang jajan. Tapi cara ini tetap tak mempan. Anak-anak kurang tertarik belajar ngukir.

Antusias belajar mengukir di Sanggar Persing Reborn Jepara
Antusias dan konsentrasi dalam belajara mengukir (natah) di Sanggar Persing Reborn Jepara. (photo dok Wawan)

Meski tak seperti yang dibayangkan namun Wawan tak patah semangat. Ia terus menebar semangat untuk anak muda agar mau belajar mengukir. Wawan yakin, suatu saat nanti, anak-anak muda akan mencintai seni ukir karena darah dari leluhur pasti mengalir.

Anak-anak belajar mengukir
Anak-anak belajar mengukir di Sanggar Persing Reborn Jepara. (photo dok Wawan)

Selengkapnya mengenal kiprah anak muda yang berupaya meregenerasi pengukir di Kabupaten Jepara, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Rendra Styawan pengerajin ukir/pendiri Sanggar Persing Reborn Jepara. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaApa Penyebab Masih Tingginya Dana APBD yang Mengendap di Bank?
Artikel selanjutnyaMembaca Putusan MK yang Menilai UU Cipta Kerja Inkonstitusional secara Bersyarat

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini