Pemkot Magelang Ajak Warga Dukung Gerakan Jateng di Rumah Saja

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina
Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina memberikan penjelasan bahwa warganya siap melaksanakan kegiatan Jateng di rumah saja.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemkot Magelang mengajak kepada seluruh warganya, untuk bisa menaati anjuran dan gerakan Jateng di rumah saja selama dua hari. Meskipun ada beberapa kelompok masyarakat yang keberatan, namun pihaknya tetap berupaya untuk mengurangi mobilitas warga di tempat umum.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi, berkaitan dengan surat edaran dari gubernur Jateng tentang Jateng di rumah saja selama dua hari. Yakni diberlakukan pada Sabtu-Minggu (6-7/2).

Windarti menjelaskan, Pemkot Magelang juga akan menggelar operasi yustisi selama pelaksanaan Jateng di rumah saja. Sebab, masih ada beberapa sektor penting yang dikhususkan tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Walaupun ada beberapa komponen masyarakat yang mungkin juga keberatan, karena waktunya adalah tanggal muda. Tanggal 6-7 itu kan tanggal muda ya, saya sampaikan perlu dipahami bahwa dengan sedikit bersabar Insya Allah kita akan dapat melakukan kegiatan seperti sedia kala,” kata Windarti saat ditemui di kantor gubernuran, Kamis (4/2).

Sementara itu berkaitan dengan adanya keberatan pasar tradisional ditutup selama dua hari, Gubernur Ganjar Pranowo memberikan kelonggaran tetapi harus mematuhi persyaratan. Yakni, harus diterapkan protokol kesehatan secara ketat dan pedagang serta pembeli harus diatur untuk mencegah kerumunan.

Menurut Ganjar, kabupaten/kota yang menginginkan pasar tradisional tetap buka harus mampu mengatur keadaan di dalam pasar sesuai protokol kesehatan.

“Namun demikian kan memang ada yang menyampaikan kepada saya, pak ini tetap masih saya buka. Kalau Anda buka, Anda atur protokolnya. Sebenarnya sekaligus ini momentum yang ayo diatur pasarnya, kalau tidak nanti tidak ada perbaikan yang berjalan. Saya menyatakan karena di SE itu juga ada kearifan-kearifan lokal ya,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar juga menyarankan kepada kabupaten/kota yang sepakat menutup pasar selama dua hari, juga melakukan penataan dan penyemprotan guna mencegah penularan virus Korona. Sehingga, nantinya setelah pasar dibuka kembali ada kebiasaan baru yang diterapkan pedagang pasar. (Bud)

Artikel sebelumnyaKebijakan “Jateng di Rumah Saja”: Antara Narasi dan Substansi
Artikel selanjutnyaGenose Lengkapi Screening COVID-19

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini