Pemkot Solo Bakal Beri Teguran ke Sekolah Yang Abai Prokes

PTM Dengan Prokes
(ilustrasi/istimewa)

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemkot Surakarta bakal memberikan teguran hingga sanksi kepada sekolah, yang abai terhadap protokol kesehatan selama pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka. Termasuk, apabila ada guru atau siswa yang kedapatan tidak memakai masker di lingkungan sekolah.

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka mengatakan di Kota Solo ada empat sekolah yang ditunjuk menggelar pembelajaran tatap muka, mulai 5 April 2021 besok. Yakni SMAN 1, SMKN 4, MAN 1 dan SMPN 4. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo meninjau di SMAN 1 dan MAN 1, Senin (29/3).

Gibran menjelaskan, saat pengecekan di SMAN 1 banyak guru yang tidak memakai masker dengan benar dan terlihat mengobrol dengan rekan lainnya dalam jarak cukup dekat. Karena kedapatan tidak memakai masker dengan benar, sejumlah guru itu langsung dicatat nama-namanya dan menanti untuk diberikan sanksi.

Gibran Rakabuming
Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau MAN 1.

Menurut Gibran, pencatatan nama-nama guru yang tidak memakai masker menjadi bahan pihaknya memberikan teguran karena abai terhadap protokol kesehatan. Sebab, masker adalah kunci dari keberhasilan uji coba pembelajaran tatap muka di masa pandemi.

“Kemarin saya cek banyak yang masih tidak pakai face shield dan masker. Pokoknya harus pengamanan ekstra untuk anak-anak. Surat kepada orang tua juga sudah, dan kita tidak memaksa kalau orang yang tidak berkenan atau belum yakin maka anak-anaknya tetap bisa mengikuti dari rumah. Wajib antar-jemput dan tidak boleh naik sepeda sendiri atau jalan kaki. Kecuali yang rumahnya deket banget dengan sekolah, itu masih boleh,” kata Gibran.

Lebih lanjut Gibran menjelaskan, kunci keberhasilan dari penerapan uji coba pembelajaran tatap muka di masa pandemi adalah kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Sebab, jika guru abai terhadap protokol kesehatan akan mudah ditiru siswa dan akibatnya uji coba pembelajaran tatap muka tidak akan berhasil.

“Uji coba pembelajaran tatap muka ini akan terus kita pantau dan evaluasi setiap hari. Bapak dan ibu guru ini kan yang dicontoh siswa, jadi harus bisa memberi teladan kepada murid-muridnya. Pokoknya, nanti waktu sudah jalan semuanya harus mematuhi SOP yang ada,” tandasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBulog Jateng Optimistis Serapan Gabah Petani Bisa di Atas 75 Persen Dari Target
Artikel selanjutnyaKapolda Jateng Perintahkan Jajaran Pengamanan Maksimal Saat Paskah