Penanganan Banjir Rob di Jateng Sudah Baik

Heri Andreas
Heri Andreas, Ahli geodesi ITB.

Semarang, Idola 92,6 FM – Sejumlah ahli geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebutkan, penanganan banjir rob di wilayah pesisir Jawa Tengah sudah optimal. Saat ini, tinggal penguatan dari langkah berikutnya pembangunan tanggul laut sebagai solusi.

Salah satu ahli geodesi ITB, Heri Andreas mengatakan penanganan banjir rob yang melanda wilayah pantura Jateng sudah sesuai arah kebijakan, mulai dari jangka pendek maupun menengah dan panjang. Pernyataan itu dikatakannya saat bertemu Gubernur Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Rabu (1/9) malam.

Heri menjelaskan, penanganan banjir rob yang terjadi di wilayah Pekalongan dan Semarang serta Demak upayanya sudah optimal dan tinggal penguatan dari sejumlah sektor. Salah satunya, pembangunan tanggul laut yang mutlak dilakukan sebagai solusi mengatasi banjir rob.

Menurutnya, pembangunan tanggul laut di Pekalongan dan Demak harus segera dikejar progresnya untuk optimalisasi penanganan banjir rob di pesisir pantura Jateng.

“Upayanya sebenarnya sudah berlangsung ya, tinggal bagaimana optimalisasi upayanya. Jadi, apa yang kurangnya dibenahi ya dari yang sekarang sudah ada. Tetapi kalau dilihat, sebenarnya sudah on the track. Tetapi memang kita harus, istilahnya ada penguatan di langkah yang satu dan kedua. Sehingga nanti lebih optimum lagi untuk ke solusi masalah banjir rob dan penurunan tanah. Sebenarnya isu utamanya adalah penurunan tanah, bisa 10 sentimeter per tahun. Sehingga, tadi sepakat bagaimana kita harus mengendalikan penurunan tanah ya,” kata Heri.

Lebih lanjut Heri juga memberi masukan kepada Pemprov Jateng, agar segera dilakukan land management dan water management. Karena, persoalan banjir rob tidak bisa lepas dari daerah hulunya.

“Wilayah dari hulu, tengah dan hilir harus dibereskan secara permanen. Karena, penanganan banjir rob erat kaitannya dengan penurunan tanah dan ini bukan perkara mudah serta butuh waktu yang lama,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKementerian PUPR Pugar Masjid Baiturrahman
Artikel selanjutnyaBagaimana Menyiapkan Peta Jalan Hidup Berdampingan dengan Covid-19 dalam Jangka Panjang?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini