Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tidak Terganggu Akibat Banjir

Truk tangki Pertamina sedang antre di TBBM Pengapon
Sejumlah armada truk tangki Pertamina sedang antre di TBBM Pengapon.

Semarang, Idola 92,6 FM – Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah salah satu di Kota Semarang, tidak sampai mengganggu pasokan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji dari Pertamina. Sampai saat ini, baru ada satu SPBU yang terpaksa ditutup karena terdampak banjir di daerah Puri Anjasmoro Kota Semarang.

Pejabat sementara Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah Marthia Mulia Asri mengatakan pihaknya menjamin, bahwa pasokan dan penyaluran BBM serta elpiji kepada masyarakat tidak terganggu akibat banjir yang terjadi di sejumlah tempat. Pihaknya juga memastikan, bahwa proses pengantaran BBM dengan mobil tangki tetap beroperasi meskipun di sejumlah jalan utama tergenang banjir.

Thia menjelaskan, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di tengah situasi bencana banjir saat ini. Bahkan, jika masyarakat membutuhkan BBM atau elpiji bisa menghubungi Pertamina Call Center 135 maupun di aplikasi MyPertamina lewat Pertamina Delivery Service (PDS).

Menurutnya, untuk 103 SPBU reguler yang ada di Kota Semarang hanya ada satu SPBU terdampak bencana banjir di wilayah Puri Anjasmoro Kota Semarang.

“Kami Pertamina memastikan layanan kami di BBM, elpiji hingga Avtur tetap bisa berjalan. Memang ada satu SPBU kami di daerah Puri Anjasmoro dihentikan sementara, dan untuk pelayanannya masyarakat dapay beralih ke SPBU lainnya. Misalnya SPBU Kalibanteng, SPBU Sudirman dan SPBU Pamularsih. Kami akan terus memantau kondisi terkini dari banjir yang ada di sejumlah daerah,” kata Thia, Minggu (7/2) kemarin.

Pejabat sementara Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri:

Lebih lanjut Thia menjelaskan, saat ini rerata konsumsi harian BBM jenis Gasoline di Kota Semarang sebesar 1.220 Kilo Liter (KL) dan Gasoil sebesar 706 KL. Sedangkan untuk konsumsi rerata harian elpiji, berada di angka 674 Metric Ton (MT).

“Kami akan terus memonitor SPBU yang terdampak banjir di Puri Anjasmoro, dan memastikan seluruh peralatan dan aspek keselamatan setelah banjir surut,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengurai Sengkarut Pemenang Pilkada Berkewarganegaraan Ganda di Kabupaten Sabu Raijua NTT
Artikel selanjutnyaSempat Ditutup, Bandara Ahmad Yani Sudah Buka Kembali

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini