Puskesmas Krasak Brebes Terus Pantau Kondisi Pasien COVID-19 Yang Isoman

Posko PPKM Mikro Krasak Brebes
Gubernur Ganjar Pranowo meninjau Posko PPKM Mikro di Desa Krasak Kabupaten Brebes, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Surveilans Puskesmas Krasak di Kabupaten Brebes bekerja ekstra keras, dalam memantau kondisi dan perkembangan pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Warga Desa Krasak terjadi peningkatan kasus positif COVID-19, setelah perayaan hari raya Lebaran kemarin.

Bidan Desa Krasak sekaligus surveilans Eti Rahmiyanti mengatakan seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Krasak dikerahkan, untuk melakukan pemantauan terhadap pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Kebanyakan di antaranya hanya meneruskan isolasi mandiri, usai menjalani isolasi di rumah sakit. Hal itu dikatakannya saat menjawab pertanyaan Gubernur Ganjar Pranowo terkait pemantauan pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri, kemarin.

Eti menjelaskan, dirinya bersama surveilans lainnya berbagi tugas dan pasien untuk melakukan pemantauan. Pemantauan dilakukan melalui gawai lewat aplikasi perpesanan, atau melalui sambungan video call bila pasien mengalami keluhan.

Menurutnya, pasien positif COVID-19 yang memilih isolasi mandiri di rumah terus dipastikan disiplin terhadap protokol kesehatan.

“Habis Lebaran itu memang kondisinya melonjak. Jadi ada 14 terkonfirmasi. Yang sembilan sudah sembuh, dan yang lima masih isoman. Yang isoman itu usai isolasi di rumah sakit dan dilanjutkan 10 hari isoman di rumah. Kondisinya Alhamdulillah sejauh ini semua baik-baik saja,” kata Eti.

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, tenaga kesehatan di Puskesmas Krasak sudah bekerja dengan baik dan optimal. Hal ini menjadi contoh baik, terutama dalam menangani pasien positif COVID-19 yang memilih isolasi mandiri di rumahnya.

Menurut Ganjar, seluruh surveilans di puskesmas se-Jateng harus bekerja maksimal jika ada warganya yang memilih isolasi mandiri di rumah.

“Maka kemudian tidak bisa isolasi terpusat dan dia maunya di rumah, pantau terus. Ketat. Tanyain suplai logistiknya. Pokoknya yang pengen dapat bantuan kita bantu, yang penting mereka aman di rumah dan menjaga diri. Nanti butuh obat biar dikirimkan. Optimalisasi peran puskesmas penting banget,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar juga meminta pemerintah daerah setempat, agar memerhatikan wilayahnya masing-masing yang terdapat pasien positif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Terutama, pasokan logistik juga harus dipenuhi setiap hari. (Bud)

Artikel sebelumnyaBalai Litbang Vektor Salatiga Butuh Alat Khusus Untuk Tes Genome
Artikel selanjutnyaBermodal Obeng, Tersangka Mampu Congkel Rumah Korbannya

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini