Varian Omicron Terdeteksi, Masyarakat Diminta Tak Panik

Omicron Detected
ilustrasi/istimewa

Jakarta, Idola 92.6 FM – Pemerintah mengumumkan temuan pertama kasus Covid-19 varian Omicron atau atau B.11.529 di Indonesia pada Rabu 15 Desember kemarin. Masyarakat diminta tak panik namun tetap waspada dengan memperketat protokol kesehatan.

Pasien pertama varian Omicorn merupakan petugas kebersihan di Wisma Atlet, Jakarta. Perkembangan terkini, pasien pertama varian Omicron itu sudah dinyatakan negatif usai tes PCR yang kedua.

Hal itu dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers virtual, Rabu malam, 15 Desember 2021.

“Jadi ada 3 pekerja pembersih di Rumah Sakit Wisma Atlet yang terkonfirmasi positif PCR-nya. Tiga data tersebut dikirim ke Balitbangkes untuk dilakukan uji Whole Genome Sequences (WGS)-nya, dan hasilnya 1 dari 3, positif omicron, yang duanya tidak. Ketiga orang ini tanpa gejala, jadi mereka masih sehat, tidak demam dan tidak batuk-batuk,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Dikatakan Budi Gunadi Sadikin, Kemenkes juga mendeteksi 5 orang probable atau yang diyakini sebagai suspek alias terduga Omicron.Dua kasus adalah WNI yang baru kembali dari Amerika Serikat dan saat ini sedang diisolasi di Wisma Atlet. Sementara, tiga kasus lainnya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal China di Manado dan sekarang sudah diisiolasi.

Budi kembali menekankan, kelima orang tersebut masih probable karena baru dites PCR dengan marker khusus. Adapun samplenya sedang dikirim ke balitbangkes. Menurut Budi, varian Omicron memang sangat cepat menularnya, sehingga, kita memang harus tetap waspada.

“Sekarang penyebaran Omicron ini memang terbukti sangat cepat. Di Inggris, yang tadinya cuman 10-an per hari, naik 100-an per hari, sekarang sudah 70 ribu per hari. Lebih tinggi daripada puncaknya kasus yang terjadi di Indonesia pada bulan Juli yang 50 ribu per hari. Jadi, penularannya sangat cepat. Memang kita ketahui, bahwa hospitalization rate-nya sampai sekarang masih rendah. Kalau delta biasanya 20 persen tetapi ini lebih rendah. Tapi, kita harus tetap waspada,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Menkes menambahkan, kendati virus corona varian omicron telah masuk ke Indonesia, masyarakat diharapkan tidak panik. Ia meminta masyarakat tetap memperketat penerapan protokol kesehatan dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk sementara waktu. (tim/ade/her)

Varian Omicron Terdeteksi, Masyarakat Diminta Tak Panik
Artikel sebelumnyaSepanjang 2021, BEI Gelar 8 Ribu Lebih Kegiatan Edukasi Pasar Modal
Artikel selanjutnyaKemenkes Terus Waspadai Penyebaran Varian Omicron
Editor In Chief Radio Idola Semarang.