BI Terus Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah di Jateng

Fesyen syariah
Sejumlah peragawati sedang memamerkan fesyen syariah kepada pengunjung Jateng Fashion Syariah 2022.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah terus berupaya mendorong dan mengembangkan potensi ekonomi syariah, salah satunya melalui gelaran Muslim Fashion Show 2022. Gelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Jateng Syariah 2022, yang rencananya akan dihelat pada September mendatang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan ekonomi syariah ada banyak ragam, tidak hanya soal kuliner atau fesyen saja tapi juga produk halal lainnya. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di sela acara Muslim Fashion Show 2022 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang, Jumat (5/8) malam.

Menurut Rahmat, secara nasional volume perdagangan ekonomi syariah terus meningkat.

Oleh karena itu, pihaknya bersama stakeholder terkait berupaya mengembangkan ekonomi syariah yang ada di Jateng. Tidak hanya berfokus pada peningkatan produk fesyen syariah saja, tetapi juga produk UMKM halal lainnya.

“Kita tahu bahwa ekonomi syariah kan sebenarnya komplementer dari ekonomi konvensional. Dan Bank Indonesia komit untuk mengembangkan ekonomi syariah. Karena di dalam ekonomi syariah itu banyak sekali potensi-potensinya. Sama dengan kita mengembangkan UMKM, sebenarnya ekonomi syariah hampir mengikuti model pengembangan UMKM” kata Rahmat.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, semua aspek yang ada di dalam potensi ekonomi syariah akan terus dikembangkan. Sebab, untuk pangsa pasar ekonomi syariah di Indonesia hampir mencapai 25 persen dan semakin tumbuh setiap tahunnya.

“Kita juga berikan edukasi kepada masyarakat, tentang pengembangan ekonomi syariah ke depannya. Tentunya, dengan memfasilitasi kepada pelaku usaha ekonomi syariah,” pungkasnya. (bud)

Artikel sebelumnyaBI Bantu Sertifikasi Produk UMKM
Artikel selanjutnyaBPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Jateng sebesar 5,66 Persen
Wartawan senior Radio Idola Semarang.