BPBD Banjarnegara Petakan Potensi Kerawanan Bencana di 99 Desa

BPBD Banjarnegara
Photo/Istimewa

Semarang, Idola 92,6 FM – BPBD Kabupaten Banjarnegara telah membuat peta kerawanan kebencanaan, dan terdapat 99 desa masuk wilayah rawan bencana. Kebanyakan merupakan daerah rawan tanah longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan memang ada 99 desa di wilayahnya, masuk daerah rawan bencana tinggi. Hal itu dikatakan saat ditemui, kemarin.

Andri menjelaskan, lebih dari 70 persen di wilayah tersebut juga masuk daerah rawan bencana tanah longsor dan gas beracun dari gunung api. Salah satunya ada di Desa Gumelen Kulon di Kecamatan Susukan.

Menurutnya, masyarakat telah menerapkan ilmu titen jika sewaktu-waktu akan terjadi bencana alam.

“Di budaya kita ada salah satu desa namanya Desa Gumelem Kulon Kecamatan di Susukan yang berbatasan dengan Banyumas. Mereka itu hidupnya tidak bergerombol atau berkelompok, dan tinggal di tebing-tebing. Jadi kalau hujannya lebih dari 2-3 hari, biasanya keluarga ini ngungsi ke bawah atau ke saudaranya yang aman atau tidak tinggal di lereng bukit,” kata Andri.

Andri Sulistyo, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara:

Lebih lanjut Andri menjelaskan, pihaknya mengajak pelajar di Banjarnegara menjadi agen tanggap bencana. Sehingga, mampu memberikan sosialisasi dan edukasi serta membantu proses evakuasi jika dibutuhkan.

“Kami terus memberikan pendidikan kebencanaan kepada pelajar,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaJPPR Jateng Siap Awasi Pemilu 2024
Artikel selanjutnyaPGN Terus Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi
Wartawan senior Radio Idola Semarang.