Disperindag Terus Pantau Harga Komoditas di Pasaran

Pedagang di Pasar Gayamsari Semarang
Pedagang di Pasar Gayamsari Semarang sedang melayani pembeli.

Semarang, Idola 92,6 FM – Disperindag Jawa Tengah akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga komoditas di pasar, agar tidak terjadi kenaikan yang memberatkan masyarakat. Sejauh ini, harga komoditas kebutuhan masyarakat masih stabil.

Kepala Disperindag Jateng Arif Sambodo mengatakan beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan harga cukup tinggi, saat ini sudah mulai terkendali dan terjadi penurunan. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di Pasar Gayamsari Semarang, Rabu (27/7).

Menurut Arif, untuk cabai yang sempat mengalami kenaikan harga cukup tinggi itu dikarenakan faktor cuaca dan jumlah panen tidak sesuai target.

Arif menjelaskan, harga dikatakan terkendali atau sesuai dengan aturan harga eceran tertinggi (HET) apabila memang ada aturannya. Misalnya beras dan minyak goreng, diatur HET yang berlaku di pasaran. Apabila kenaikan harganya kurang atau tidak lebih dari 10 persen, masih dikatakan harga normal.

“Yang pertama pemantauan setiap hari terus menerus. Yang kedua yang menyebabkan inflasi kan cabai dan bawang merah, saat ini sudah musim panen dan cuaca sudah menguntungkan. Sehingga, Insya Allah akan ada. Nanti kami kerja sama dengan dinas yang di hulu untuk melakukan pemantauan dan penyebaran, jangan sampai panen yang ada di daerah kita malah ke daerah lain tapi tidak mencukupi Jawa Tengah dulu. Yang penting mencukupi daerah Jawa Tengah dulu,” kata Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, pihaknya tetap melakukan pengawasan di tiap-tiap pasar tradisional di Jateng. Salah satunya, menjaga ketersediaan stok tetap mencukupi bagi kebutuhan masyarakat.

“Dengan satgas kita melakukan pemantauan di lapangan ketika ada benih-benih kenaikan, sehingga kita bisa melakukan tindakan. Misalnya kita lakukan operasi pasar, kita memang ada masalah di pasokan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPLN Siap Jaga Pasokan Listrik di Gelaran ASEAN Para Games 2022
Artikel selanjutnyaMalaysia Siap Garap Potensi Energi Hijau di Jateng