Fesyen Syariah Mulai Jadi Tren

Srikandi Jateng
Tokoh-tokoh Srikandi Jateng memakai baju batik khas Blora.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah mendukung perkembangan fesyen syariah, yang mulai menjadi tren di Tanah Air maupun di dunia. Sebab, di Jateng banyak potensi fesyen syariah yang bisa dikembangkan dan dikenalkan ke mancanegara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan dalam upaya mendukung peningkatan fesyen syariah di dalam negeri khusus di Jateng, pihaknya berkolaborasi dengan pelaku usaha syariah. Termasuk, BI juga bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) melalui program Semarang Fashion Trend (SFT) 2022 membuat gelaran Muslim Fashion Show 2022. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui, selama.

Menurut Rahmat, untuk mengenalkan produk fesyen syariah itu dan mengangkat batik khas Blora itu pihaknya mengajak tokoh-tokoh srikandi asal Jateng.

Rahmat menjelaskan, fesyen syariah di Indonesia memiliki potensi pasar cukup besar dan bisa digarap untuk meningkatkan pendapatan pelaku UMKM. Sebab, jumlah penduduk muslim di Indonesia cukup besar dan menjadi pasar potensial.

“Kalau kita tahu fesyen syariah sudah mendunia atau mengglobal. Bahkan kota-kota fesyen yang di dunia seperti New York dan Paris saja juga mengangkat tema fesyen halal. Bank Indonesia kan fokus pada semua aspek yang dikembangkan UMKM. Ada fesyen, ada makanan, home decor maupun kerajinan,” kata Rahmat.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, dalam mendukung perkembangan fesyen syariah di Jateng itu pihaknya juga akan menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2022 untuk meningkatkan gaung promosi UMKM halal fashion. Sebab, produk dari FAJAR 2022 yang ditampilkan itu merupakan halal fashion berkualitas baik dan layak ekspor.

“Kami berharap, kesempatan ekspor untuk UMKM syariah semakin terbuka lebar,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenelisik RKUHP, Apa Saja Pasal-pasal dalam RKUHP yang Masih Dianggap Kontroversi?
Artikel selanjutnyaBI Bantu Sertifikasi Produk UMKM