Imbangi Gaya Hidup Modern Dengan Pemeriksaan Farmakogenomik

Laboratorium Klinik Cito Semarang
Petugas melayani calon pasien yang akan melakukan pemeriksaan di Laboratorium Klinik Cito Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Seiring kemajuan zaman dan modernitas kehidupan, membuat gaya hidup masyarakat ikut berubah. Demikian juga dengan pola hidup yang kurang seimbang, akan berpengaruh pada kesehatan seseorang. Sehingga, Laboratorium Klinik Cito mencoba memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan melalui pemeriksaan Farmakogenomik.

CEO Laboratorium Klinik Cito Haryadi Ibnu Junaedi mengatakan dari hasil pemeriksaan Farmakogenomik ini, nantinya akan didapatkan informasi tentang obat yang cocok dengan pasien dilihat dari sudut pandang genetiknya. Pernyataan itu dikatakan usai pengenalan layanan baru Farmakogenomik, Jumat (15/7).

Haryadi menjelaskan, pengobatan dengan metode pemeriksaan genetik tidak akan berubah sepanjang waktu dari mulai lahir hingga meninggal dunia. Sehingga, pihaknya dengan adanya layanan pemeriksaan baru berupa Farmakogenomik di Laboratorium Klinik Cito akan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Terutama, soal bagaimana cara pengobatan yang efektif hanya dengan melihat sisi genetik si pasien.

“Farmakogenomik itu tes yang berbasis pada genetik ya. Ini untuk efektivitas pemilihan obat yang berbasis pada genetik. Jadi seseorang tentunya akan mendapat pengobatan secara bijak, dan hal tersebut untuk mendukung ke sana,” kata Haryadi.

Sementara itu Spesialis Farmakologi Klinik dokter Lonah menjelaskan, pemeriksaan dengan Farmakogenomik ini menjadi satu hal yang dipandang cukup baik dan di saat tetap. Sebab, di masa masih pemulihan pandemi ini orang-orang masih teredukasi terkait masalah kesehatan.

“Pengobatan yang aman, efektif dan bermanfaat dan tentunya efisien dari segi biaya. Sebenarnya pemeriksaan Farmakogenomik itu adalah salah satu pemeriksaan penunjang yang sangat bermanfaat, apabila dilakukan pada pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang indeks terapinya sempit,” ujar Lonah.

Lebih lanjut Lonah menjelaskan, dosis yang diberikan kepada pasien itu memiliki efek samping dengan rentang sempit atau bisa diminimalisir. Dengan pemeriksaan Farmakogenomik itu bisa dikenali salah satu faktor, yaitu faktor genetik yang dapat memengaruhi respon seseorang terhadap obat guna meminimalisir timbulnya efek samping.

“Dengan melakukan pemeriksaan ini, akan mendukung usaha kita dan ikhtiar kita untuk memiliki kualitas hidup dan kualitas kesehatan yang jauh lebih baik,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaAngka Kemiskinan di Jateng Turun 0,32 Persen
Artikel selanjutnyaTim Gabungan Atasi Dampak Banjir Bandang di Pati
Wartawan senior Radio Idola Semarang.