Jateng Kembangkan 2.353 Desa Mandiri Energi

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas ESDM Jawa Tengah telah membangun 2.353 desa mandiri energi, dari total 8.500an desa/kelurahan yang ada di provinsi ini. Bahkan, beberapa desa mandiri energi itu menjadi percontohan pengembangan energi baru dan terbarukan di tingkat nasional.

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan pihaknya berkomitmen, untuk terus melakukan upaya dalam transisi energi baru dan terbarukan di provinsi ini. Pernyataan itu dikatakan di seminar green economy di Hotel Po, Rabu (16/11).

Sujarwanto menjelaskan, hingga tahun kemarin bauran energi di Jateng mencapai 13,38 persen. Berbagai pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Jateng terdiri Pembangkit Energi Listrik Tenaga Surya (PLTS), hidro, panas bumi, sampah dan pemanfaatan energi non listrik seperti biodisel dan biogas serta biomasa.

Menurutnya, 2.353 desa mandiri energi itu terdiri atas 2.167 desa mandiri energi inisiatif dan 160 desa mandiri berkembang dan 26 desa mandiri mapan.

“Kita dorong tidak hanya surya, tapi juga investasi panas bumi kita dorong terus untuk bisa segera terealisasikan di Dieng pembangkitan baru sebesar 60 MW. Juga ada yang dari biogas. Kemudian juga biomasa di tingkat masyarakat, di rumah tangga,” kata Sujarwanto.

Lebih lanjut Sujarwanto menjelaskan, keberhasilan transisi energi di Jateng akan memberikan beragam manfaat kepada masyarakat. Beberapa manfaat itu di antaranya adalah biaya sistem kelistrikan yang lebih murah, diversifikasi ekonomi, munculnya lapangan kerja hijau dan perbaikan kualitas udara.

“Di Jawa Tengah sebenarnya sudah terlihat peran seluruh masyarakat dalam transisi energi secara mandiri. Terlihat dari terefleksi kegiatan Jelajah Energi yang dilaksanakan kedua kali dalam setahun ini,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaGreen Economy Jadi Bagian Upaya Tingkatkan Ekonomi Indonesia ke Depan
Artikel selanjutnyaJumlah Kendaraan di Indonesia Masih Kalah Jauh Dibanding Negara Tetangga
Wartawan senior Radio Idola Semarang.