Kuliner Sate Khas Kebumen Tembus Pasar Belgia dan Jepang

Pekerja sedang membakar sate ambal
Pekerja sedang membakar sate ambal sebelum nanti dipaking.

Semarang, Idola 92,6 FM – Sate ambal khas Kebumen menjadi kuliner lokal, yang mampu menembus pasar luar negeri dengan menyasar pasar Belgia dan Jepang. Kuliner sate ambal itu mulai dikenal pasar mancanegara, usai mengikuti program Lapak Ganjar.

Pemilik Allisha Food yang menjual produk sate ambal, Titin Agustinah mengatakan dirinya tidak menyangka jika produknya bisa tembus hingga pasar mancanegara. Sejak produknya ikut program Lapak Ganjar itu, sate ambal buatannya langsung banyak pesanan dan mampu menggerakkan pembeli yang ada di luar negeri. Hal itu dikatakan saat ditemui di rumahnya di Desa Tambakrejo Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen baru-baru ini.

Titin menjelaskan, penjualannya saat ini mengalami peningkatan cukup drastis antara 30-40 pack sejak dipromosikan lewat Lapak Ganjar. Sebelumnya, penjualan hanya di sekitar Kebumen dan Yogyakarta sampai Bali saja.

Pemilik usaha, Titin Agustinah
Pemilik usaha, Titin Agustinah menunjukkan produk sate ambal buatannya.

Menurutnya, saat ini pesanan sudah datang dari Belgia dan Jepang bahkan sampai di Singapura dan Taiwan secara rutin.

“Kami juga mendapat pesanan dari luar negeri ada yang dari Hong Kong, Belgia dan juga dari Jepang. Yang Belgia dan Jepang itu ada pesanan baru, sebelumnya Singapura dan Malaysia sama Taiwan itu rutin memang sudah ada.

Lebih lanjut Titin menjelaskan, dengan meningkatnya penjualan dan pesanan itu membuat dirinya menambah tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar. Saat ini, dirinya mampu memberdayakan ibu rumah tangga dan tercatat ada 13 orang yang ikut bekerja.

“Karyawan saya sudah ada yang ikut bekerja 3-5 tahun. Gajinya UMR Kebumen,” jelasnya.

Produk sate ambal buatannya itu dikemas dengan cara marinasi dan pembakarannya menggunakan arang batok kelapa. Selain memberikan cita rasa, juga sebagai pengawet alamI. Sate ambal buatannya mampu bertahan di atas enam bulan lamanya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBandara Ahmad Yani Layani 1,4 Juta Penumpang
Artikel selanjutnyaGerah Karena Sampah, Sekolah Sungai Siluk Ubah Perilaku Masyarakat Jadi Sadar Akan Kebersihan Lingkungan
Wartawan senior Radio Idola Semarang.