Mengenal Artomo, Pegiat Lingkungan dan Pendiri Bank Sampah di Jaksel

Artomo
Artomo Pegiat Lingkungan dan Pendiri Bank Sampah Akademi Kompos (Akkom) di Perumahan Bumi Pesanggrahan Mas Jakarta Selatan. (Photo dok Artomo)

Jakarta, Idola 92.6 FM – Sejak 2011 lalu, Artomo mengajak warga untuk makin peduli terhadap lingkungan dengan mengelola sampah. Maka, tak berlebihan jika Artomo dikenal sebagai pegiat lingkungan sekaligus pendiri Bank Sampah Akademi Kompos atau Akkom di Perumahan Bumi Pesanggrahan Mas Jakarta Selatan.

Artomo pernah bekerja di perusahaan Jepang. Lingkungan kerja di perusahaan Jepang dan kunjungannya beberapa kali ke Jepang, memperkuat keinginan Artomo untuk mewujudkan lingkungan tempat tinggalnya sebagai kampung bebas sampah, tertata baik, asri, dan nyaman bagi penghuni.

Akademi Kompos
Photo/Artomo

Untuk mewujudkan itu semua, dibutuhkan banyak dukungan. Salah satunya dukungan dari Sarwo Indah Pujiutami yang kini menjadi ketua Bank Sampah Akkom. Kegiatan di Akkom yang asri dan bersih itu terus bertambah.

Artomo lahir di Lumajang, 1947. Mengenyam pendidikan: S-1 dan S-2 Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta (1972), Pelatihan teknis pembuatan dan pengawasan obat di Meiji Seika Kaisha, Jepang.

Artomo
Artomo Pegiat Lingkungan bersama tanaman yang selama ini dirawat di Perumahan Bumi Pesanggrahan Mas Jakarta Selatan. (Photo dok Artomo)

Beberapa karya yang dihasilkan antara lain: Buku Halaman Hijau, Buku Rolemodel di Lingkungan hidup dan Buku Akademi Kompos.

Atas ketekunannya merawat lingkungan, ia mendapat penghargaan Kalpataru tingkat DKI Jakarta sebagai Pembina Lingkungan (2016), sedangkan Perumahan Bumi Pesanggrahan Mas mendapat penghargaan kampung iklim untuk tingkat DKI Jakarta dan Nasional.

Artomo
Artomo dan tim Akademi Kompos (Akkom) terus mengajak warga untuk merawat lingkungan dan mengelola sampah. (Photo dok Artomo)

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Artomo, Pegiat Lingkungan dan Pendiri Bank Sampah Akademi Kompos (Akkom) di Perumahan Bumi Pesanggrahan Mas Jakarta Selatan. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Mengantisipasi Dampak Kenaikan Harga Agar Indonesia Tidak Menuai Barisan Golongan Miskin Baru?
Artikel selanjutnyaLagi, MA Kembali Memberi Potongan Masa Hukuman bagi Koruptor

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini