Mengenal Rahmad Maulizar, Pekerja Sosial Pemberi Senyum Anak-anak Sumbing di Aceh

Rahmad Maulizar
Rahmad Maulizar, Pekerja Sosial Pemberi Senyum Anak – Anak Sumbing di Aceh dan peraih SATU Indonesia Awards 2021 bidang kesehatan. (Photo dok Rahmad)

Aceh, Idola 92.6 FM – Tergerak untuk bisa menyebarkan kebaikan bagi anak-anak dengan bibir sumbing, Rahmad Maulizar, berkeliling dari satu daerah ke daerah lain. Bersama Smile Train Indonesia dan Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh, mereka menyediakan layanan gratis operasi bibir sumbing dan langit – langit mulut bagi pasien tidak mampu di Provinsi Aceh.

Rahmad pernah menjadi penderita bibir sumbing selama 18 tahun. Dulu ia pasien yang kemudian bergabung sejak 2008 dan menjalani operasi gratis tahun 2011. “Saya usia 15 tahun mulai dioperasi, dan usia 18 tahun, operasi baru sempurna,”tutur Rahmad kepada radio Idola, pagi (09/08) tadi.

Agar anak-anak yang menderita bibir sumbing merasakan senyum di wajah seperti yang ia rasakan, Rahmad berkeliling seantero Provinsi Aceh. Ia mencari dan mendata penderita bibir sumbing dengan mendatangi desa-desa. “Saya mencari dan mendata berkeliling di Aceh dan menjelaskan dampak bibir sumbing,”jelas Rahmad.

Selanjutnya Rahmad mengajak pasien dan keluarganya untuk datang ke rumah sakit agar mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing gratis dari Smile Train Indonesia. Atas dedikasinya, Rahmad berhasil meraih SATU Indonesia Awards 2021 bidang kesehatan.

Hingga pertengahan 2019, Rahmad dan Smile Train Indonesia telah memberikan pelayanan gratis kepada lebih dari 3200 pasien bibir sumbing dan langit langit mulut.

Lalu bagaimana cara Rahmad mengajak calon pasien agar mau dioperasi? Apa motivasinya? Sampai kapan hal ini akan dilakukan Rahmad?

Berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Rahmad Maulizar, Pekerja Sosial Pemberi Senyum dan Harapan bagi Anak – Anak Sumbing di Aceh/peraih SATU Indonesia Awards 2021 bidang kesehatan. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaWacana Perwira Aktif TNI dapat Menduduki Jabatan Sipil, Apa potensi yang paling dikhawatirkan?
Artikel selanjutnyaBappenas Siapkan Rencana Pengembangan Transportasi Masal di Kedungsepur