Perajin Simpul Tali Makrame Kebanjiran Order

Laeli Nurajijah
Pemilik usaha macrame Takijiwa Indonesia Laeli Nurajijah seda menata hasil kerajinan sebelum dijual.

Semarang, Idola 92,6 FM – Perajin simpul tali makrame asal Kabupaten Kebumen kebanjiran order, yang datang dari pasar luar negeri. Yakni, datang dari Amerika Serikat dan Jerman.

mengatakan Macrame Talijiwa Indonesia ternyata diterima pasar luar negeri, dan pihaknya langsung kebanjiran order usai mengikuti program Lapak Ganjar. Hal itu dikatakan saat ditemui di rumahnya di Desa Pejagatan Kecamatan Kutowinangun, belum lama ini.

Laeli menjelaskan, usahanya mulai dirintis sejak 2019 dan saat ini sudah mulai berkembang. Pesanan awalnya masih di daerah-daerah dalam negeri mulai kawasan Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Namun, sejak akhir 2020 mulai berdatangan pesanan dari luar negeri

Menurutnya, masyarakat luar negeri mulai mengenal produk buatannya dan tertarik untuk membeli. Produk makrame buatannya yang paling banyak berupa kerajinan hiasan dinding, gantungan pot hingga tas dan berbagai produk lainnya.

“Di tahun pertama, saya mengerjakan makrame ini sendiri. Tapi mulai tahun 2020 akhir semakin banyak permintaan terutama untuk dikirim ke luar negeri, saya mengajak teman-teman di lingkungan saya ada kurang lebih 10-15 perajin yang ikut serta membantu untuk membuat makrame. Untuk harga makrame sendiri kisarannya sangat variatif ya, dari mulai Rp30 ribu sampai Rp500 ribu lebih karena tergantung dari kerumitan cara pengerjaannya dan bahan-bahan yang digunakan,” kata Laeli.

Lebih lanjut Laeli menjelaskan, saat ini usahanya sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan kerajinan tangan (crafting) untuk membantu hasil kerajinannya bisa diekspor ke sejumlah negara. Sehingga, peluang membuka pasar di luar negeri semakin terbuka lebar.

“Sekarang saya juga membuka kelas makrame untuk para pemula, yang mau belajar seni menyimpul tali. Jadi, kami juga berbagi pengetahuan kepada masyarakat yang ingin belajar kerajinan simpul tali ini,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMungkinkah Kita Mengonversi Ciri Ramahtamah Bangsa Kita di Jalanan?
Artikel selanjutnyaAda Kuota Khusus di Jalur Zonasi Saat Daftar PPDB
Wartawan senior Radio Idola Semarang.