Siasati Kenaikan Harga Bangunan, Pengembang Buat Desain Modular

Paramount Village
Sales Paramount Village menjelaskan tentang produk properti terbaru kepada calon pembeli, Sabtu (16/7).

Semarang, Idola 92,6 FM – Pengembang perumahan menyiasati kenaikan harga bangunan yang cukup lumayan, dengan membuat desain modular dan bisa dipakai setiap saat. Termasuk, pembelian material bahan bangunan dengan cara borongan.

Director Paramount Land Nawawi mengatakan dalam dua tahun terakhir ini, komponen bahan bangunan mengalami kenaikan harga yang cukup lumayan tinggi. Mencapai 20 persen, dan terus bergerak naik seiring laju inflasi yang juga cukup tinggi dalam beberapa waktu ke belakang. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di sela pengenalan produk New Potala di kawasan Paramount Village Semarang, Sabtu (16/7).

Nawawi menjelaskan, komponen yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi adalah material besi karena memang paling dominan dari pembangunan struktur rumah. Sehingga, harus ada efisiensi penggunaan besi melalui desain bangunan yang simpel dan kerangka besi untuk kusen jendela atau pintu dibuat modular agar bisa dimanfaatkan dalam waktu cukup lama dan dipakai di semua bangunan.

Menurutnya, kenaikan bahan bangunan memang akan memberikan pengaruh pada harga jual properti. Namun, pihaknya juga akan tetap memberikan keuntungan lebih dari nilai yang dibayarkan calon pembeli.

“Kami merasakan harga bahan bangunan naik 20 persen, dan kami menyikapi untuk selalu mencari celah. Selain itu teman-teman media juga harus tahu, makin ke sini tanah makin berkurang. Ditambah lagi, ada aturan tentang sawah tidak semudah itu bisa dijadikan hunian,” kata Nawawi.

Lebih lanjut Nawawi menjelaskan, pihaknya juga menawarkan produk properti terbaru di masa pemulihan ekonomi karena dampak pandemi. Yakni, dengan melakukan penyesuaian harga dan tetap menjaga kualitas bangunan.

“Untuk menjawab kebutuhan rumah di tengah makin sulit dan terbatasnya lahan yang ada, kami mencoba menawarkan produk properti New Potala yang bisa dijangkau masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya. Harganya mulai dari Rp1,4 miliar, dan untuk Semarang masih terbuka pasarnya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaTim Gabungan Atasi Dampak Banjir Bandang di Pati
Artikel selanjutnyaBagaimana Mendorong Generasi Muda Agar Bersikap Inklusif dan Toleran?
Wartawan senior Radio Idola Semarang.