SMAN 10 Gelar PTM Bergantian Sesuai Absensi

Siswa berbaris rapi berjarak
Sejumlah siswa berbaris rapi berjarak sebelum masuk ke kelas.

Semarang, Idola 92,6 FM – SMAN 10 Semarang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, namun dengan metode pembelajaran dibagi dalam dua kelompok masing-masing 50 persen. Yakni, berdasarkan absensi siswa ganjil genap dan diatur pembagian masuk kelas.

Kepala SMAN 10 Semarang Sukirno mengatakan pihaknya memang sudah menggelar PTM 100 persen, tetapi tidak semua siswa belajar secara bersama layaknya keadaan normal tidak ada pandemi. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di sekolah saat menerima kunjungan Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (4/1).

Sukirno menjelaskan, pembagian kelompok belajar per kelas sebanyak 50 persen itu sistem masuk didasarkan absensi siswa ganjil genap. Yakni, dibuat selang seling hari masuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Menurutnya, sekolah telah menyiapkan sarana prasarana penunjang PTM 100 persen. Mulai dari tempat cuci tangan, penyemprotan desinfektan di sejumlah tempat dan ruang kelas serta mewajibkan semua siswa memakai masker.

“Sebelum masuk sekolah membuat brosur ke orang tua dan siswa, yang intinya sekolah tatap muka dimulai dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tanggapan orang tua banyak yang senang dengan sekolah tatap muka, siswanya juga banyak yang senang tatap muka. Ya mungkin lebih termotivasi kalau tatap muka daripada pembelajaran jarak jauh,” kata Sukirno.

Lebih lanjut Sukirno menjelaskan, saat ini tidak ada yang keberatan dari orang tua atau siswa dan juga guru terkait pembelajaran tatap muka 100 persen.

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, jenjang SMA/SMK di bawah kewenangan pemprov khusus di Kota Semarang sudah melaksanakan PTM 100 persen. Namun, tidak semua sekolah SMA/SMK itu menerapkan model yang sama dalam pelaksanaan PTM 100 persen.

“Ternyata beberapa di antaranya punya model-model, dan lebih banyak separuh-separuh. Jadi 50 persen ada yang belajar sampai jam 12 siang, terus nanti setelah jam 12 kelas berikutnya. Tapi tadi saya melihat ada satu yang ful 100 persen, sekolahnya sampai jam 12,” ujar Ganjar.

Ganjar berharap, sekolah yang menggelar PTM 100 persen untuk selalu waspada dan meningkatkan protokol kesehatan. Tujuannya, agar pelaksanaan PTM 100 persen di sekolah tetap berjalan lancar dan tidak terjadi penularan kasus COVID-19. (Bud)

Artikel sebelumnyaSudahkah Anak-anak Kita Dipersiapkan dan Dibekali Skill yang Dibutuhkan Hari Ini dan Masa Depan Sesuai World Economic Forum?
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Petakan Vaksin Kedaluwarsa di Sejumlah Daerah
Wartawan senior Radio Idola Semarang.