Apa Alasan Di Balik Kecenderungan Pemda & Instansi Lain Lebih Memilih Membeli Barang Impor?

Import
Ilustrasi/Istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Untuk kesekian kalinya, Presiden Joko Widodo kembali mengungkapkan kejengkelannya terkait kebiasaan instansi pemerintah mulai dari pusat dan daerah yang lebih memilih belanja barang impor. Hal itu dilontarkan Presiden saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Rakornas Korpri pada Selasa 3 Oktober 2023.

Berdasarkan data yang dimiliki Presiden, sampai dengan saat ini, dana APBN, APBD dan uang BUMN masih banyak yang dipakai untuk membeli barang impor. Porsi dana APBN yang dipakai untuk belanja barang impor masih 31 persen.

Sementara, untuk APBD, porsi uang yang digunakan untuk belanja produk impor masih 44 persen. Pada BUMN, porsi uang yang dipakai untuk membeli produk impor masih mencapai 54 persen.

Menurut Presiden, kebiasaan belanja barang impor harus dikurangi. Sebab, belanja itu tidak memberikan manfaat ke ekonomi dalam negeri terutama terhadap UMKM. Belanja pada barang impor justru menguntungkan negara lain.

Lalu, melihat persoalan ini, apa alasan di balik kecenderungan Pemda ataupun instansi lain lebih memilih membeli barang impor? Apakah semata soal mentalitas kita yang lebih menghargai barang made in luar negeri, atau karena ada faktor lain?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber, yakni: Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Ahli kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Wahyudi Kumorotomo. (her/yes/ao)

Simak podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaBeras Sumbang Inflasi di Jateng Pada September 2023 Sebesar 0,35 Persen
Artikel selanjutnyaDari 9 Fraksi di DPR Hanya PKS yang menolak Pengesahan Revisi UU IKN; Apa Alasan yang Mendasari Penolakan PKS?