Semarang, Idola 92,6 FM-Kinerja ekspor Jawa Tengah pada November 2025 tumbuh kuat, dengan ditopang komoditas unggulan seperti pakaian jadi dan alas kaki.
BPS Jateng mencatat, nilai ekspor November 2025 mencapai USD 1,12 miliar atau meningkat 14,59 persen dibandingkan November 2024 dengan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama.
Statistisi Ahli Madya BPS Jateng Wisnu Nurdiyanto mengatakan peningkatan ekspor tersebut, terutama didorong kinerja industri pengolahan yang tumbuh 19,62 persen. Hal itu dikatakan melalui siaran pers secara daring, kemarin.
“Komoditas utama ekspor Jawa Tengah masih didominasi pakaian dan aksesorinya, baik rajutan maupun bukan rajutan, serta alas kaki,” kata Wisnu.
Wisnu menjelaskan, secara kumulatif, nilai ekspor Jateng sepanjang Januari-November 2025 mencapai USD 11,43 miliar atau naik 9,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas, dan surplus perdagangan Jateng dengan Amerika Serikat mencapai sekira USD 4,67 miliar.
“Nilai impor Jawa Tengah pada November 2025 tercatat USD 1,24 miliar atau naik 21,31 persen dibandingkan November 2024. Kenaikan impor terutama disumbang oleh meningkatnya impor bahan baku dan barang penolong sebesar 24,19 persen, seiring kebutuhan industri pengolahan di dalam negeri,” kata Wisnu.
Menurut Wisnu, secara kumulatif Januari-November 2025, impor Jateng tercatat USD 13,26 miliar atau turun 2,9 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
Sedang Tiongkok masih menjadi mitra utama impor Jateng, terutama untuk komoditas mesin dan peralatan mekanis, mesin atau perlengkapan elektrik serta plastik dan barang dari plastik.
“BPS mencatat, neraca perdagangan total Jawa Tengah sepanjang Januari-November 2025 masih mengalami defisit sebesar USD 1,82 miliar, namun lebih rendah dibandingkan defisit periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, neraca perdagangan nonmigas Jawa Tengah mencatat surplus USD 3,15 miliar, meningkat USD 740,58 juta dibandingkan 2024. Surplus nonmigas ini terutama didorong oleh ekspor pakaian jadi dan alas kaki,” pungkasnya. (Bud)














