Lahan pertanian tetap dipertahankan kelestarian.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah akan terus menjaga lahan pertanian, sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir alih fungsi lahan sawah, yang sudah berstatus lahan sawah dilindungi (LSD). Hal itu dikatakan saat berada di Kota Surakarta, kemarin.

Menurut Luthfi, larangan alih fungsi lahan sawah yang dilindungi telah diatur secara tegas dalam regulasi.

Pemprov akan menggagalkan setiap upaya pembangunan, yang mencoba mengubah fungsi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian.

“Tidak boleh menggunakan lahan yang sudah LSD, itu sudah hukum alam. Tidak boleh, tidak boleh. Pasti kita gagalkan. Kementerian ATR juga sudah menyampaikan, jangan coba-coba mengambil alih lahan yang sudah LSD untuk diubah menjadi lahan yang kering,” kata Luthfi.

Luthfi menjelaskan, pemprov berkomitmen memertahankan sekira 1,5 juta hektare lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan.

Langkah tersebut menjadi kunci, dalam menjaga ketahanan dan swasembada pangan di Jateng.

“Saya pertahankan agar 1,5 juta hektare lahan pertanian di Jateng tidak dialih fungsi,” pungkasnya. (Bud)