Bagaimana Mengejar Daya Saing Dalam Menyongsong Bonus Demografi

(Ilustrasi: fernandoprabawa)

Semarang, Idola 92.6 FM – Mengalirnya tenaga kerja asing ke Tanah Air menjadi salah satu isu krusial sepanjang tahun 2016. Isu tersebut bertolak belakang dengan optimisme di awal tahun ketika Indonesia resmi menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. Fenomena itu sebetulnya hanyalah puncak gunung es dari persoalan bangsa secara mendasar, khususnya bidang pendidikan. Bicara soal tenaga kerja berarti tak lepas pula dari konteks kesiapan sumber daya manusia ketika mutu dan karakternya ditentukan melalui proses pendidikan. Apalagi pada kurun waktu 2020-2013 Indonesia akan menyongsong bonus demografi.

Merujuk Laporan Akhir Tahun Kompas (26/12), didukung anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terus mencoba membenahi mutu pendidikan. Salah satu yang menonjol adalah penguatan pendidikan vokasi (kejuruan). Langkah tersebut bertujuan menyediakan tenaga kerja terdidik, terampil, dan berdaya saing global.

Namun, harus diingat bahwa semangat untuk menciptakan SDM yang unggul sesuai tuntutan abad 21, bidang pendidikan masih berkejar-kejaran dengan tumpukan berbagai persoalan. Misalnya, angka putus sekolah, kompetensi guru, pemerataan guru, serta ketimpangan sarana dan prasarana. Sulit dibayangkan dalam usia 71 tahun, republic ini masih berkutat pada persoalan mendasar. Belum lagi masalah itu teratasi dengan baik, masyarakat sudah larut pada hiruk pikuk konsekuensi dari era digital yang menyumbat penyadaran akan kekuatan literasi, serta tergerusnya etika.

Lantas, bagaimana mengejar daya saing dan mengatasi ketertinggalan dunia pendidikan kita di tengah masih rendahnya budaya literasi kita? Penguatan pendidikan vokasi (kejuruan) yang digelorakan pemerintah untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kerja dan daya saing, apa kabarnya saat ini? Apa sebenarnya kunci dalam menciptakan SDM yang unggul dalam menyongsong bonus demografi tahun 2020-2030?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola 92.6 FM akan berdiskusi dengan beberapa narasumber yakni Prof Musliar Kasim (Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2011-2014 dan sekarang sebagai dosen di Universitas Andalas, Padang) dan Prof Akhmaloka (rektor ITB 2010 – 2015, guru besar ITB, dan Rektor Universitas Pertamina). (Heri CS/Ilustrasi: fernandoprabawa)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaBPJS Ketenagakerjaan Semarang Salurkan JHT Rp76,4 Miliar
Artikel selanjutnyaKak Seto: Lindungi Anak-Anak Dengan Hidupkan Kekerabatan Di RT Dan RW