Bagaimana Menyiapkan Keluarga yang Tangguh Demi Meraih Bonus Demografi?

Bonus Demografi
Ilustrasi/Istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Indonesia diperkirakan akan mengalami masa puncak bonus demografi pada kurun waktu 2030 hingga 2040. Pada masa itu jumlah penduduk usia produktif (15 tahun hingga 64 tahun) lebih besar dibandingkan usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Jumlah usia produktif diprediksi akan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 297 juta jiwa.

Atas kondisi itu, diharapkan, sumber daya manusia (SDM) kita juga mumpuni dan unggul.

Untuk mencapai hal itu, diperlukan sumbangsih dari keluarga. Ketangguhan keluarga dibutuhkan untuk mendukung penyiapan SDM  berkualitas yang bahagia, sejahtera, serta mampu menghadapi tantangan perubahan. Berbagai permasalahan bangsa terkait anak-anak, generasi muda dan lanjut usia dapat diurai dengan mendukung ketahanan dan ketangguhan keluarga.

Jika kualitas manusia bagus, Indonesia yang akan memiliki lebih banyak penduduk berusia produktif berpeluang menuai manfaat bonus demografi. Hal ini tidak hanya untuk mencapai kemajuan ekonomi tetapi juga kebahagiaan dan kesejahteraan warga negara Indonesia.  Dengan demikian pengasuhan keluarga yang berkualitas perlu menjadi perhatian yang penting.

Lalu, bagaimana cara keluarga dalam menyiapkan generasi yang tangguh demi meraih manfaat Bonus Demografi?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber, yakni: Ratna Megawangi, Ph.D, Dosen IPB dan Pendiri Indonesia Heritage Foundation. (her/yes/ao)

Simak podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaMengenal komunitas Jogja Berbunga Bersama Shalina Nur Hanna
Artikel selanjutnyaKenapa Parpol Saat Ini Kurang Memiliki Identitas Kepartaian (Party ID)?