Belajar Sanitasi Dari Kampung Semanggi

Ilustrasi

Solo, IdolaFM – Kampung sanitasi yang dikembangkan Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) di Kampung Semanggi Kecamatan Pasar Kliwon merupakan yang pertama di Kota Surakarta. Program berupa MCK komunal itu bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat melalui upaya tidak buang air besar sembarang terutama di anak sungai Bengawan Solo.

Koordinator Regional Indonesia IUWASH Jefri Budiman mengatakan, sesuai dengan pemetaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surakarta, Kampung Semanggi masuk dalam zona merah rawan sanitasi.

“Sehingga, kami mencoba memberikan pendampingan kepada warga sekitar tentang arti penting dari MCK komunal,” kata Jefri kepada Idola FM di sela-sela acara kunjungan media ke Kampung Semanggi, baru-baru ini.

Jefri menjelaskan, sesuai dengan Strategi Sanitasi Kota (SSK), maka pendampingan ke Kampung Semanggi mulai dilakukan dengan bekerjasama Pemkot Surakarta. Dari hasil survei yang sudah dilakukan ternyata baru ada MCK yang dibangun pemkot. Tetapi kapasitasnya tidak memadai.

“Kemudian, melalui Kelompok Swadaya Masyarakat Dabagsari Makmur para pengurusnya didorong untuk memberi pemahaman kepada warga yang lain.”

Sementara itu, Penasehat KSM Dabagsari, Makmur Cahyo Dafirin menambahkan, kehadiran dari IUWASH ini memberikan pencerahan akan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebab, sudah sejak lama warga Kampung Semanggi melakukan aktivitas buang air besar di anak sungai Bengawan Solo.

“Sehingga, program sanitasi komunal itu diharapkan bisa mengubah perilaku warga.”

Cahyo menjelaskan, sejak ada sanitasi komunal dan masing-masing warga memiliki kamar mandi sendiri di rumah mampu meningkatkan angka kesehatan. Karena, perilaku buang air besar sebelumnya yang sembarangan membuat masyarakat terkena penyakit menular berupa muntaber.

“Kami berharap IUWASH kembali hadir ke Kota Surakarta dan memberi pendampingan kepada daerah-daerah yang masuk zona merah rawan sanitasi,” harap Cahyo. (Budi Aris / Heri CS)

Artikel sebelumnyaDPRD Dan Dinas Pertanian Kaji Perda Lahan Pertanian
Artikel selanjutnyaBadan Otoritas Akan Kelola Borobudur