Bagaimana Menjaga Iklim Investasi Di Tengah Hiruk Pikuk Politik

Investasi

Semarang, Idola 92.6 FM – Hiruk pikuk dan gonjang ganjing politik jelang Pilkada serentak 15 Februari 2017 tidak hanya menyita perhatian publik, namun juga menyusutkan energi menuju perbaikan di segala bidang. Para pebisnis di dalam negeri tengah memperhatikan dinamika politik dalam negeri dan menunggu perkembangan selanjutnya. Meski demikian, kalangan pebisnis tetap optimistis terhadap ekonomi 2017.

Merujuk harian Kompas (17/1), Chairman dan founder Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono mengatakan, kondisi politik dalam negeri yang belum stabil membuat pengembang masih ragu-ragu untuk berinvestasi. Saat ini, pengembang properti masih dalam kondisi berdiam diri dan menunggu perkembangan politik setelah pemilihan kepala daerah pada Februari mendatang. Pengembang saat ini fokus menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan dan mengerem ekspansi.

Untuk bisa mendorong aliran investasi ke dalam negeri, pemerintah harus bisa meyakinkan pemilik modal bahwa penempatan dana di Indonesia akan mendatangkan tingkat keuntungan yang optimal. Apabila situasi politik tidak kondusif, pemilik modal dikhawatirkan enggan menempatkan uangnya di dalam negeri meski ada program pengampunan pajak dari pemerintah.

Lantas, bagaimana mengendalikan tensi politik agar tak berdampak buruk bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi? Benarkah, ketegangan politik yang berlangsung lama akan berpengaruh pada investasi jangka panjang di Indonesia?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola 92.6 FM akan berdiskusi dengan beberapa narasumber yakni: Hariyadi Sukamdani (Ketua Umum APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia)) dan Fahmy Radhi (Pengamat Ekonomi Bisnis dari UGM Yogyakarta). (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaMelihat Belum Sinerginya Aparat Penegak Hukum Lewat Unfair Trial
Artikel selanjutnyaDKP Coba Jembatani Nelayan Dengan Perbankan Untuk Peroleh Kredit