DKP Jateng Terus Upayakan Nelayan Dengan Kapal di Bawah 10 GT Sudah Terima Alat Pengganti Cantrang

Semarang, Idola 92.6 FM – Peralihan alat tangkap tidak ramah lingkungan sesuai dengan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perikanan, terus dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah. Sebab, di provinsi ini banyak nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan selain cantrang. Di antaranya dogol dan cotok. Jumlahnya mencapai ribuan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Lalu M. Syafriadi mengatakan pemberian alat tangkap ramah lingkungan kepada nelayan itu, untuk memberantas praktik ilegal penangkapan ikan dan kegiatan perikanan tidak sah.

Menurutnya, nelayan di Jawa Tengah yang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan cukup banyak dan tersebar di seluruh wilayah di provinsi ini. Termasuk, nelayan yang memiliki kapal di bawah 10 gross ton (GT) berjumlah lebih dari 16 ribu unit.

Sehingga, jelas Syafriadi, pihaknya terus mencoba mengarahkan pengalihan ke alat tangkap ramah lingkungan. Karena, dari data yang ada sebanyak 6.334 unit baru tersalurkan penggantian 2.341 unit.

“Sudah berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberikan fasilitas kepada mereka para pemilik kapal yang masih menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Alat tangkap yang tidak ramah lingkungan tidak hanya cantrang tapi beragam jenisnya,” kata Syafriadi.

Syafriadi menjelaskan, pihaknya juga mengupayakan bagi nelayan pemilik kapal di atas 10 GT yang akan mengganti alat tangkap cantrangnya akan diarahkan ke perbankan. Salah satunya, dengan memfasilitasi nelayan melalui program Sertifikat Hak Atas Tanah (Sehat), agar bisa dijadikan agunan di bank. “Kalau mau pakai program Mitra 25 Bank Jateng juga bisa. Intinya, kita fasilitasi mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ketika kunjungan kerja ke Semarang, Rabu (29/9) membagikan sekira 640 paket bantuan alat tangkap ikan kepada nelayan di sepanjang pantura Jawa Tengah.

Alat tangkap ikan yang diberikan itu merupakan alat tangkap ramah lingkungan, yatu berupa jaring insang atau gillnet milenium permukaan, jaring insang dasar dan bubu lipat rajungan tipe kubah. Bantuan diserahkan kepada nelayan yang ada di 11 daerah di Jawa Tengah.

Rinciannya, nelayan Kota Semarang menerima 91 paket, Kabupaten Batang (30 paket), Demak (3 paket), Jepara (211 paket), Kendal (36 paket), Brebes (67 paket) dan Kabupaten Pekalongan (25 paket). Kemudian Kabupaten Pemalang ada 125 paket, Rembang (67 paket), Kota Tegal (31 paket) dan Kabupaten Tegal (4 paket). (bud/her)

Artikel sebelumnyaBagaimana Mengungkit Produktivitas Belanja Daerah Namun Tetap Akuntabel Dan Aman Dari Jerat Hukum?
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Minta Tambah Waktu Bagi Nelayan Yang Masih Pakai Cantrang

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini