PLN Lakukan Survei Listrik, Ini Alasannya

PELANGGAN LISTRIK SUBSIDI--Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pengerjakan instalasi listrik di Jalan Gajah Mada, Semarang, Selasa (07/02/17). Jumlah pelanggan listrik bersubsidi yang dilayani PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkurang menjadi 565.000 pelanggan menyusul pemberlakuan penyesuaian tarif dan pencabutan subsidi listrik. Koran Sindo/Budi Arista Romadhoni

Semarang, 92.6 FM–Sebagai tindak lanjut dari program pemerintah untuk penyaluran subsidi listrik tepat sasaran, PT PLN (Persero) melakukan penyesuaian data pelanggan. Langkah itu dilakukan, untuk memberikan dukungan pelaksanaan survei pemadanan data antara milik Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dengan kondisi di lapangan.

Manajer Komunikasi Hukum Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY Audi Damal mengatakan, survei pemadanan data itu merupakan penugasan dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian ESDM. Data yang menjadi dasar acuan survei, merupakan data dari Basis Data Terpadu (BDT).

Kewenangan penentuan data masyarakat miskin ataupun rentan miskin, jelas Audi, dilakukan sepenuhnya pemerintah melalui TNP2K. Oleh karena itu, pihaknya tidak mempunyai kewenangan penentuan data itu. Pelaksanaan survei dilakukan serentak nasional mulai Februari–Maret 2016 dan Maret–Oktober 2017.

“Dalam teknis pelaksanaannya, petugas PLN mendatangi pelanggan sasaran survei dengan dilengkapi identitas dan surat tugas. Petugas yang datang juga membawa blanko survei dari TNP2K dan wajib diisi nomor identitas pelanggan PLN. Survei dilakukan tanpa dipungut biaya,” kata Audi dikutip dari rilis yang diterima Radio Idola, Rabu (10/5).

Audi tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati, jika didatangi orang yang mengaku petugas PLN. Modus yang digunakan, menawarkan seolah-olah bisa membantu mendapatkan subsidi dengan imbalan sejumlah uang.(Bud)

Artikel sebelumnyaJasa Marga Semarang Gandeng 4 Bank Pemerintah Sediakan E-Toll Untuk Mudahkan Masyarakat Bertransaksi di GTO
Artikel selanjutnyaSiapkah Indonesia Menghadapi Ekonomi Digital?