Swasembada Gula di Jateng Masih Jauh, Ini Sebabnya

Semarang, 92.6 FM-Guna mewujudkan swasembada gula di Jawa Tengah, maka pemerintah setempat harus melakukan sejumlah hal. Mulai dari revitalisasi pabrik dan mesin produksinya, perluasan lahan tebu dan tebu varietas unggulan. Sebab, jika masih mengandalkan pabrik gula yang ada dengan dukungan mesin peninggalan Belanda, tentu akan sulit mewujudkan swasembada gula di Jawa Tengah.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Chamim Irfani mengatakan, dengan keterbatasan lahan tebu dan masih banyak pabrik gula yang mengoperasikan mesin berteknologi zaman dulu, maka tujuan swasembada gula tidak akan tercapai. Padahal, tingkat konsumsi gula di Jawa Tengah setiap orang adalah 12,5 kilogram per kapita per tahun.

Sehingga, jelas Chamim, total kebutuhan gula di Jawa Tengah mencapai 380 ribu ton per tahun. Akibatnya, kekuatan produksi gula di Jawa Tengah tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setiap tahunnya.

“Ketika semangat untuk melakukan swasembada gula tinggi, tapi tidak didukung dengan sarana prasarana yang ada. Sementara, ketika impor gula masuk banyak pihak tidak sepakat,” ujar Chamim, Rabu (1/3).

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, pemprov berencana merevitalisasi seluruh pabrik gula di provinsi ini. Salah satunya, untuk mendukung dan mewujudkan swasembada gula. Revitalisasi pabrik gula juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas gula yang berkualitas. (Bud)

Artikel sebelumnyaMembaca Lawatan Raja Salman di Indonesia
Artikel selanjutnyaPerlukah Regulasi Untuk Menjaga Keseimbangan Kebebasan Dan Penegakan Hukum?