Wisman Asal Malaysia Dominasi Kunjungan ke Jateng

Semarang, 92.6 FM-Perkembangan pariwisata di Jawa Tengah pada Agustus 2017 kemarin, menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Terutama, yang melalui Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dan Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono mengatakan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jateng, tercatat sebanyak 4.012 wisatawan. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 34,32 persen, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 2.987 wisatawan saja.

Menurut Margo, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak melalui Bandara Internasional Ahmad Yan Semarang. Yakni ada 3.195 wisatawan, naik 39,46 persen dibanding kunjungan wisatawan mancanegara di bulan sebelumnya yang hanya 2.291 wisatawan.

Margo menjelaskan, yang melalui Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo juga mengalami kenaikan. Namun, jumlahnya tidak terlalu banyak. Dari 696 wisatawan menjadi 817 wisatawan yang datang.

Dari wisatawan yang datang melalui pintu Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dan Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo, jelas Margo, paling banyak wisatawan berasal dari Malaysia.

“Wisatawan asal Malayasia banyak berkunjung ke Jawa Tengah, baik lewat Adi Sumarmo atau Ahmad Yani. Jumlahnya cukup banyak. Di Ahmad Yani, wisatawan asal Malaysia tercatat ada 853 orang dan di Adi Sumarmo Solo ada 504 wisatawan. Selain dari Malaysia, ada juga yang dari Singapura, Korea Selatan dan Tiongkok. Namun, jumlahnya masih sedikit bila dibanding dari Malaysia,” kata Margo, Kamis (5/10).

Sementara itu, terkait dengan tingkat okupansi hotel di Jawa Tengah, lanjut Margo, justru mengalami penurunan bila dibanding bulan sebelumnya. Turunnya mencapai 9,11 poin, dari sebelumnya 56,44 persen menjadi 47,33 persen.

“Rata-rata lama menginap di hotel berbintang di Jateng juga turun. Sebelumnya 1,53 malam, di Agustus 2017 jadi 1,50 malam,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBelum Ada Parpol Yang Datang Melapor Ke KPU
Artikel selanjutnyaBagaimana Upaya Preventif Mengamankan Dana Desa Agar Tepat Sasaran Dan Tak Terjadi Penyelewengan?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini