BPS Jateng Lakukan Observasi Gabah, Begini Hasilnya

Gabah Kering

Semarang, Idola 92,6 FM-BPS Jawa Tengah pada April 2024 kemarin, melakukan 225 observasi transaksi penjualan gabah di 28 kabupaten
terpilih.

Observasi terbanyak didominasi kelompok gabah kering giling (GKG) sebanyak 56,89 persen, kemudian diikuti kelompok gabah kering panen (GKP) sebanyak 35,56 persen dan kelompok gabah luar kualitas sebanyak 7,56 persen.

Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan mengatakan di tingkat petani, harga gabah tertinggi pada April 2024 sebesar Rp9 ribu per kilogram berasal dari kelompok kualitas GKG dengan varietas Inpari 32 HDB tercatat di Kabupaten Jepara dan harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp4 ribu per kilogram tercatat pada kelompok gabah luar kualitas dengan varietas Inpari 32 HDB tercatat di Blora. Hal itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Dadang menjelaskan, harga gabah di tingkat petani untuk GKG tercatat Rp6.348,05 per kilogram dari sebelumnya Rp7.900 per kilogram atau turun 19,64 persen secara bulanan.

Menurut Dadang, untuk GKP di tingkat petani tercatat sebesar Rp5.770 per kilogram dari sebelumnya Rp6.841 per kilogram atau mengalami penurunan secara bulanan sebesar 15,66 persen.

“Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan, untuk gabah kering panen tercatat Rp5.855 per kilogram dan secara bulanan turun sebesar 15,37 persen sedang secara tahunan naik 9,77 persen. Sedangkan untuk gabah kering giling tercatat Rp6.419,41 per kilogram dan turun secara bulanan sebesar 19,53 persen dan untuk tahunan naik 5,31 persen,” kata Dadang.

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, rerata komponen mutu hasil observasi transaksi jual beli gabah meliputi Kadar Air (KA) dan Kadar Hampa (KH) menunjukkan kadar mutu yang lebih baik pada April 2024 dibandingkan Maret 2024.

KA kelompok kualitas GKG mengalami penurunan dari bulan sebelumnya 12,86 persen menjadi 12,69 persen pada April 2024, dan kelompok kualitas GKP mengalami penurunan dari 20,62 persen pada Maret 2024 menjadi 19,25 persen pada April 2024.

“Sementara kelompok gabah luar kualitas mengalami penurunan dari 23,51 persen pada Maret 2024 menjadi 22,81 persen pada April 2024,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKenalkan Landamark Ikonik di Semarang Lewat Fun Run 6K Maraton Antar Geng
Artikel selanjutnyaHanya Untuk Anak Keluarga Miskin, SMK Negeri Boarding dan Semi Boarding di Jateng Tak Pungut Biaya